Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Samarinda menegaskan bahwa mulai tahun 2026, tidak akan ada lagi izin usaha pertambangan yang diberikan, baik untuk izin baru maupun perpanjangan izin yang lama.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mewujudkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengharuskan kawasan kota bebas dari zona tambang.
Wali Kota Samarinda telah menyampaikan hal tersebut sejak tahun 2022 sebagai bagian dari visi jangka panjang pembangunan kota.
Dalam keterangannya, Sabtu (1/3/2025), PLT Kabid Sumber Daya Alam Setda Kota Samarinda, Sugianto menjelaskan bahwa meskipun pada 2026 izin pertambangan baru atau perpanjangan tidak akan dikeluarkan lagi, pengusaha tambang masih diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi sumber daya alam yang ada hingga tahun tersebut.
“Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi di Samarinda dengan mengurangi ketergantungan pada sektor tambang, yang selama ini menjadi pilar utama perekonomian kota,” ujar Sugianto, dikutip Sabtu (1/3/2025).
Perubahan ini sejalan dengan visi Wali Kota Samarinda untuk menjadikan kota ini sebagai pusat industri, jasa, dan perdagangan yang lebih berkembang.
Dalam perencanaan tersebut, sektor tambang yang sudah mendominasi perekonomian Samarinda diharapkan dapat beralih untuk mendukung sektor-sektor yang lebih berkelanjutan.
“Kami fokus pada tahun 2023 untuk mempersiapkan kota ini menjadi pusat industri dan perdagangan. Ini adalah langkah besar untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing,” tambah Sugianto.
Kebijakan ini diharapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi kota Samarinda, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemkot Samarinda berharap sektor industri, jasa, dan perdagangan akan menjadi tumpuan baru bagi perekonomian kota yang lebih ramah lingkungan dan berfokus pada pembangunan yang inklusif.
Lebih lanjut, Sugianto menegaskan bahwa perubahan ini membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami percaya bahwa peralihan sektor ini akan membawa perubahan positif yang signifikan bagi masa depan Samarinda,” pungkasnya.

