Balikpapan, Satu Indonesia – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) akan memastikan distribusi air bersih kepada warga kota Balikpapan dan masjid-masjid berjalan lancar selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Direktur Utama (Dirut) PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, PDAM di kota Minyak ini julukan Kota. balikpapan baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk memastikan masjid-masjid di Balikpapan tidak mengalami kesulitan air bersih selama bulan ramadan.
“Saya tidak ingin muncul keluhan di bulan Ramadan hingga Lebaran nanti ada masjid yang kesulitan air bersih. Apalagi sampai mengganggu pelaksanaan ibadah atau aktivitas lainnya di masjid. Untuk itu kami berupaya memberikan layanan maksimal,” ujarnya, Sabtu (1/3/2025).
Ia mengatakan, saat ini PTMB tidak akan mungkin mendistribusikan air bersih 100 persen kepada pelanggan yang jumlahnya mencapai 117.000 lebih sambungan. Pasalnya, saat ini produksi keseluruhan air bersih tidak sampai 1.500 liter per detik, padahal untuk memenuhi sembua kebutuhan warga diperlukan produksi minimal 500 liter per detik. Namun demikian, PTMB akan tetap berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada agar pelayanan lebih maksimal.
“Insya Allah, sesuai harapan Wali Kota Balikpapan, kami akan berupaya maksimal agar masjid bisa melaksanakan aktivitas dengan baik di Ramadan ini. Jika dalam pelaksanaannya nanti masih ada kendala, kontak saya segera. Akan kita tindaklanjuti secepat mungkin,” jelasnya.
Lanjut dijelaskannya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada saja masjid yang mengeluh kesulitan air bersih. Apalagi di bulan Ramadan, aktivitas masjid meningkat karena di masjid tidak sekadar salat 5 waktu saja, namun juga bertambahnya jamaah yang datang, kemudian juga ada kegiatan buka puasa bersama, tarawih, pengajian, salat malam dan bahkan sahur bersama.
Yudhi menegaskan, PTMB memastikan dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, yakni di Kilometer 8 dan Kampung Damai beroperasi dengan kapasitas penuh dengan memanfaatkan sumber air baku dari Waduk Manggar dan Teritip hingga 100%. Bahkan, kata dia, 16 sumur dalam yang ada juga telah dioptimalkan. Satu sumur yang sempat tidak produksi di kawasan Baru Ulu, Balikpapan Barat kini juga telah dioperasikan kembali.
“Jangka panjang kita berencana mengambil air baku dari Sungai Mahakam, sekarang lagi proses. Di Samarinda produksinya sudah capai 3.500 liter per detik, sementara kita gak sampai setengahnya sementara penduduk Balikpapan meningkat tajam karena banyak penduduk pendatang apalagi ada IKN. Mohon doanya agar target 2027, kita bisa produksi setidaknya minimal 2.500 liter perdetik untuk mencukupi semua masyarakat Balikpapan,” pungkasnya.(ADV/PTMB)

