Jumat, Mei 8, 2026
No menu items!

Sembahyang di Klenteng Satya Dharma Balikpapan, ini Makna Imlek 2025 bagi Warga Tionghoa

Balikpapan, Satu Indonesia – Ratusan warga tionghoa di Kota Balikpapan melaksanakan ritual Sembahyang dan perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili atau Tahun Baru China 2025 di Klenteng Satya Dharma atau Guang De Miao Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) Selasa (28/1/2025) malam.

Sembahyang di malam pergantian tahun baru Imlek ini disebut juga sebagai tradisi malam sincia. Dimana Sincia adalah momen yang penuh makna untuk merayakan kehidupan baru dengan harapan dan semangat.

Tradisi ini bukan hanya mencerminkan kebudayaan Tionghoa saja, namun, juga mengajarkan nilai-nilai penting dalam kebersamaan, rasa syukur, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

“Tradisi ini menjadi rutinitas setiap tahunnya yang menjadi ciri budaya tiongha, yang diwariskan secara turun temurun dari para leluhur,” ujar, Ahok Warga Balikpapan yang bersembahyang di Klenteng Guang De Mio, Balikpapan, Rabu (29/1/2025).

Ibadah untuk perhormatan kepada Tuhan YME dan Leluhur

Dikatakannya, di Tahun Baru China atau Imlek ini, warga tionghoa merayakannya bersama-sama dengan keluarga, saling berkunjung antara kebarat dan teman.

“Khusus untuk sembahyang di klenteng ini, ini bentuk penghormatan kepada Tuhan atas segala rezeki dan keselamatan serta berharap kehidupan yang lebih baik lagi, termasuk mengingat para leluhur,” ucapnya.

Ahok berharap dalam Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili atau Tahun Baru China 2025, bisa diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan sukses dalam usaha dan pekerjaan.

Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili bershio Ular Kayu

Ketua Klenteng Satya Dharma atau Guang De Miao Balikpapan, Wiliam mengatakan, untuk Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili atau Tahun Baru China 2025 ini, shionya adalah ular dan element adalah kayu.

“Kalau ular sendiri melambangkan kebijaksanaan, kecerdikan dan mudah beradaptasi, sedangkan kayu itu melambangkan pertumbuhan,” ujarnya.

Dikatakannya, selain itu unsur yang juga berpengaruh dalam shio ular ini adalah api, sehingga kemungkinan aka nada situasi yang memanas. Jadi umat Kunghucu diminta untuk lebih banyak bersabar.

“Nah, untuk bisnis, element yang mendominasi adalah api dan tanah, jadi usaha yang kemungkinan berkembang adalah sektor energi, pengetahuan dan dari Food and Beverages yang berarti industri makanan dan minuman (FnB),” jelasnya.

“Sedangkan tanah sektor yang berkembang nantinya adalah dibidang pertanian dan Perkebunan,” tambahnya.

Umat yang tidak miliki element tetap harus berdoa

Dalam kesempatan itu, Wiliam menambahkan, kepada umat yang elementnya berbeda untuk tidak perlu khawatir dan tetap harus berusaha dan berdoa.

“Doanya untuk diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, kesuksesan dan tidak lupa juga kerukunan serta keharmonisan dengan lingkungan,” pungkasnya.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI

Sambangi Samarinda, Kemendagri Bedah Keuangan Daerah Bersama Wali Kota

Samarinda, Satu Indonesia – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengundang Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni dalam kegiatan...