Selasa, Mei 12, 2026
No menu items!

Karena Kesepian, Seekor Ikan Mola-Mola di Akuarium Kaikyokan Jepang Mogok Makan

Satu Indonesia – Ikan mola-mola termasuk salah satu jenis ikan purba yang masih bertahan hingga kini. Kerabat terdekat ikan mola mola adalah ikan buntal dan triggerfish. Meski berukuran besar, ikan ini tidak berbahaya untuk manusia.

Ikan mola-mola sangat rentan terhadap serangan parasit di laut. Tubuh ikan ini tampak terpotong karena bentuknya yang membulat dan tak memiliki ekor seperti ikan lainnya.

Ikan mola-mola kerap kali berenang di sekitar permukaan laut untuk mendapatkan cahaya matahari. Hal ini menjadi alasan mengapa ikan tersebut sering dikenal dengan nama “sunfish” .

Sebuah cerita unik datang dari Akuarium Kaikyokan di Shimonoseki, Jepang. Seekor ikan mola-mola yang dinamai ”Mambo”, telah menolak untuk menyantap ubur-ubur yang diberikan kepadanya. Mambo sang ikan mola-mola tersebut nampak tidak sehat dan membuat khawatir petugas yang ada disana.

Mambo yang memiliki berat 28 kg itu pada awalnya ditemukan di pantai selatan Kochi, Samudra Pasifik, dan kemudian dibawa ke akuarium Kaikyokan di Shimonoseki. Bentuknya yang bulat dengan mata besar serta mulut menganga segera menjadi perhatian pengunjung akuarium.

Awalnya mereka menduga Mambo mungkin menderita parasit atau masalah pencernaan. Mereka juga menduga-duga jika ikan mola-mola itu mungkin terganggu suara keras dan getaran dari pekerjaan konstruksi didekatnya.

Namun, selang beberapa waktu, seorang pengurus akuarium meyakini ikan tersebut sebenarnya tengah merasa kesepian. Pasalnya, semenjak akuarium ditutup, tidak ada lagi pengunjung yang mampir ke sana.

Akuarium Kaikyokan memang tengah menjalani proyek renovasi selama 6 bulan sejak Desember 2024.

“Ia mungkin menjadi kesepian karena tiba-tiba tidak ada pengunjung, yang dapat menyebabkan masalah kesehatannya,” kata seorang petugas akuarium.

Meski agak ragu, akhirnya para petugas akuarium mencari cara untuk bisa menghibur Mambo. Dan dipilihlah sebuah cara unik yaitu dengan menempelkan foto wajah-wajah manusia di dinding akuarium.

Petugas juga menggantungkan beberapa seragam untuk menciptakan ilusi para pengunjung yang sedang mengamati akuarium.

Staff Akuarium Kaikyokan menghibur ikan mola-mola dengan menempelkan foto manusia lengkap dengan pakaiannya.

Tanpa diduga solusi mereka berhasil. Sang ikan mola-mola kembali mendapatkan nafsu makannya dan mulai berenang ke sisi akuarium menuju para ”manusia” yang sedang mengunjunginya.

“Kami sempat skeptis, tetapi memutuskan untuk melakukan apa pun yang kami bisa,” kata Moe Miyazawa, seorang ahli akuarium di fasilitas tersebut, kepada Mari Yamaguchi dilansir dari Associated Press, Selasa (28/1/2025).

“Saya tahu [mola-mola] melihat kami ketika kami menempatkannya, tetapi saya tidak pernah berpikir bahwa ia akan mulai makan keesokan harinya.” Para staf juga berusaha untuk lebih sering mengunjungi mola-mola tersebut dan memberikan lambaian tangan yang ramah melalui jendela.

Ternyata manusia bukanlah satu-satunya makhluk yang bisa merasakan kesepian atau mendapat manfaat dari interaksi sosial.

Pada tahun 2023, para ilmuwan menjadi berita utama setelah mereka mengajari burung beo peliharaan yang suka menyendiri untuk melakukan obrolan video dan mengungkapkan bahwa burung-burung tersebut tampaknya menyukai interaksi sosial. Dan, selama karantina wilayah Covid-19, Akuarium Sumida di Tokyo memanggil para sukarelawan untuk melakukan obrolan video dengan belut taman berbintik, yang dilaporkan menjadi pemalu karena kurangnya interaksi dengan manusia.

Sedangkan untuk Mambo, para penjaga berharap ikan ini akan kembali ceria setelah konstruksi selesai dan pengunjung diperbolehkan kembali pada musim panas ini.

“Saya berharap banyak orang tertarik dengan mola-mola, dan ketika pekerjaan renovasi selesai, saya ingin para pengunjung melambaikan tangan ke arahnya di depan akuarium,” kata Mai Kato, seorang staf di akuarium, kepada surat kabar Mainichi Shimbun.

Rentang hidup ikan mola-mola laut saat ini belum diketahui. Anggota dari keluarga yang sama, Mola-Mola Ekor Tajam (Masturus lanceolatus) diperkirakan memiliki rentang hidup 82 hingga 105 tahun.

Ikan mola-mola laut umumnya hidup menyendiri, meskipun mereka dapat ditemukan berkelompok saat dibersihkan oleh ikan-ikan kecil.

Ikan mola-mola termasuk jenis ikan yang dilindungi. Mereka telah dikategorikan sebagai hewan yang rentan punah oleh International Union for Conservation of Nature, bahkan berada pada kelompok tingkat rentan kepunahan yang sama dengan beruang kutub, cheetah dan panda raksasa.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, ikan mola-mola rentan terkena dampak dari aktivitas hilir mudik perairan laut seperti tersangkut di baling-baling kapal perahu atau menjadi korban tabrakan kapal. Selain itu mereka juga sering tertangkap oleh kapal penangkap ikan komersial.

Ikan ini juga dapat mati lemas karena polusi laut, seperti kantong plastik, yang menyerupai ubur-ubur hingga akhirnya tersangkut di tenggorokan atau perutnya dan menyebabkan mereka tidak dapat makan.

TERPOPULER

TERKINI