Minggu, Juli 26, 2026
No menu items!

Masuki Bulan Muharram, ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam hingga Maknanya

satuindonesia.co.id, Balikpapan – Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Islam yang memiliki keutamaan dan makna penting bagi umat Muslim.

Salah satu tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim menjelang akhir tahun Hijriah adalah dengan membaca doa akhir tahun maupun doa awal tahun.

Makna Muharram dalam Islam

Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, yang artinya bulan yang dimuliakan dan dihormati.

4 bulan itu di antaranya Bulan Muharram, Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Rajab. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

Keutamaan Bulan Muharram

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

Dibuka dengan Tahun Baru Hijriyah: Muharram menandai awal tahun baru dalam kalender Hijriah.

Puasa Asyura: Puasa pada tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai puasa Asyura, memiliki keutamaan besar dalam menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.

Bulan Haram: Muharram adalah salah satu bulan haram, yang berarti bulan ini dihormati dan setiap amal ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.

Di penghujung bulan Dzulhijjah ini, momen mengingatkan kembali terhadap doa akhir tahun maupun awal tahun Hijriah atau disebut baru Islam beserta maknanya.

Dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, Mufti Jakarta abad ke-19-20 M, tercantum doa awal dan akhir tahun tersebut.

Doa Akhir Tahun Hijriah

Berikut ini doa akhir tahun yang hendaknya dibaca sebanyak 3 kali.

  اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa Awal Tahun Hijriah

Dengan membaca doa awal tahun, dengan harapan Allah menganugerahkan rahmat, lindungan, kesehatan, keharmonisan, keselamatan, kelapangan rezeki, jodoh, karir, wafat husnul khatimah, dan berbagai kebaikan lainnya.

Berikut doa yang biasa dibaca pada awal tahun baru Islam 1 Muharram:

   اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: “Tuhanku, Kau Yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Doa awal tahun ini dibaca sebanyak 3 kali dalam rangka menyambut tahun baru. Dengan doa ini, kita berharap anugerah dan kemurahan Allah untuk kita pada tahun baru ke depan. Demikian juga hendaknya mengisi pergantian tahun dengan amalan terbaik. Dari mulai memperbanyak bacaan shalawat, istighfar, membaca Al-Qur’an, sedekah dan ibadah lain.

Adapun membaca doa akhir dan awal tahun baru Hijriyah pada saat tahun baru Masehi hukumnya boleh dan tidak ada dalil yang melarang. Hukum kebolehan tersebut asalkan tidak meyakini doa itu sebagai doa warid atau yang bersumber langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, hendaknya juga tidak meyakininya secara khusus sebagai kesunnahan saat tahun baru Masehi. Membacanya juga dengan dasar kesunahan berdoa secara umum di waktu kapanpun. Wallahu a’lam.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

10 Provinsi Penghasil Padi Terbesar Januari-Agustus 2026

Jakarta, Satu Indonesia – Produksi padi Indonesia tersebar di berbagai wilayah, dengan Pulau Jawa masih mendominasi daftar provinsi penghasil padi terbesar. Sepanjang Januari hingga...