Minggu, Mei 3, 2026
No menu items!

Pesona Serambi Nusantara, dari Potensi Wisata Bawah Laut, Gunung Parung hingga Goa Tapak Raja

satuindonesia.co.id, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara adalah kawasan alam terlengkap di Kalimantan Timur.

Kabupaten yang resmi mekar dari Kabupaten Pasir pada10 April 2002 melalui UU Nomor 7 ini, memiliki bentang alam luas dan lengkap karena memiliki laut, hutan, sungai bahkan gunung.

Penajam, Ibukota Kabupaten Penajam Paser Utara juga memiliki potensi laut dengan garis pantai sepanjang 372 kilometer. Luas daratan 3.060,82 kilometer persegi atau 91,83 persen dari wilayah keseluruhan.

Luas lautan 272,24 kilometer persegi atau sekitar 8,17 persen dari keseluruhan wilayah PPU dengan 22 pulau terdiri dari empat kecamatan dan 54 kelurahan dan desa.

PPU juga memiliki wisata bawah air di Gunung Api-api dan Tanjung Jumlai. Selain itu, terdapat pula potensi wisata Pulau Gusung.

Pulau ini terdiri dari hamparan pasir putih nan luas serta perairan jernih berwarna hijau tosca. Begitu bersihnya, sehingga kita dapat melihat ekosistem terumbu karang dan berbagai jenis ikan di dasar lautnya.

Demikian pula Gunung Parung sebagai destinasi wisata alam yang terletak di Kecamatan Sepaku. Dimana dibangun berbagai fasilitas Ibu Kota Nusantara (IKN).

Goa Tapak Raja yang masuk di kawasan IKN, Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.(Istimewa)

Selain Gunung Parung juga terdapat Air Terjun Tembinus dan Goa Tapak Raja yang masuk di kawasan IKN.

Kawasan ini merupakan kawasan potensial, terlebih lagi dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan, PPU akan menjadi sentra perhatian dunia dengan keberadaan IKN.

Mimpi saya kedepan, Kabupaten PPU adalah surga kecil di Kalimantan Timur dengan segala aktifitas sosial, budaya dan ekonomi yang sangat prospektif.

Momentum ini, saya ingin lebih fokus menguras potensi Goa Tapak Raja di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Ibu Kota Nusantara.

Bilamana pembangunan IKN selesai, dari Titik Nol menuju Goa Tapak Raja dapat ditempuh berkisar 27 menit dengan jarak sekitar 31 kilometer.

Namun, saat ini dari Titik Nol IKN menuju Goa Tapak Raja masih ditempuh dengan waktu lebih dari 60 menit. Lantaran intensitas proyek IKN yang begitu tinggi, tingkat kemacetan mulai meningkat .

Saat berkunjung di Desa Wonosari, dalam obrolan ringan dengan Kepala Desa Wonosari, saya sempat bertanya beberapa hal. Diantaranya soal konsep pengembangan wisata Goa Tapak Raja.

Konon, katanya Goa Tapak Raja ini diyakini sebagai ranah ritual pertapaan pada zaman kerajaan.

Cerita-cerita ini, mengispirasi konsep pengembangan goa itu di masa mendatang. Tentu saja, saya sangat menghormati kearifan lokal yang terus berkembang.

Sebab, pondasi awal konsep pemeliharaan dan perawatan goa, tak boleh rusak oleh pengaruh siklus alam.

Sepintas melihat bebatuan di goa itu, saya membayangkan kawasan itu adalah kawasan gunung kapur atau karst. Karst merupakan bentang alam yang terbentuk akibat erosi batu kapur.

Karst merupakan suatu kawasan daratan yang tersusun dari batu kapur. Batu gamping, juga dikenal sebagai kapur atau kalsium karbonat , adalah batuan lunak yang larut dalam air.

Kepala Desa Wonosari,.Kasiyono sangat arif menyikapi potensi ekonomi dari destinasi wisata di desanya. Kendati begitu, mengeksplorasinya harus selaras dengan nilai-nilai khasanah di masyarakat.

Sehingga, goa kapur itu tidak tercemar dan mematikan fungsi sebagai kawasan penyimpan air.

Penamaan Tapak Raja sebagai nama goa disebabkan di dalam goa itu terdapat stalaktit yang bentuknya menyerupai telapak kaki manusia.

Bagaimanapun, destinasi wisata perlu dijaga dan dilestarikan, guna mendukung masa depan IKN.

Menurut saya, warga baru IKN yang jumlahnya bakal ratusan ribu hingga jutaan orang itu, nantinya sangat memerlukan destinasi wisata ini sebagai ajang pelapas lelah dan rekreasi yang menarik dan ideal.

Sehingga, pentingnya menumbuhkan pertumbuhan ekonomi desa bisa seiring sejalan ikut terpacu pula.

Daya kreatifitas nan inovatif masyarakat perlu di-edukasi untuk dipacu sedemikian rupa, tanpa menghilangkan jejak tradisi budaya.

Diantaranya, makanan khas Penajam Paser Utara, kerajinan tangan, aktifitas seni budaya sangat keren, jika dikembangkan untuk mendukung kegiatan Goa Tapak Raja ini.

Acara tahunan berupa festifal 1.000 ketupat itu. Keyakinan saya, lambat laun akan men-nasional.

Pj Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun.(Istimewa)

Katanya, pada November dua tahun silamm Kepala Desa Wonosari diundang rapat virtual, atau meeting zoom dari KLHK.

Rapat kala itu, membahas pemulihan lahan bekas tambang di wilayah Kalimantan Timur dalam kesempatan itu, salah issue yang mendapat perhatian adalah Goa Tapak Raja.

Perubahan kemajuan kondisi, seperti jalan masuk, pembangunan wahana wisata terus berjalan hingga
seperti sekarang. Tentu saja saya salut dan angkat topi dengan cara mengelola pariwisata yang selaras tetap memperhatikan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan yang sering disebut ekowisata atau ecotourism.

Secara konseptual, ekowisata didefinisikan sebagai konsep pengembangan pariwisata terpadu dan berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan, alam dan budaya, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan.

Konsep ekowisata sangat relevan untuk diterapkan di IIKN yang memang mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik wisata. Ekowisata berbeda dengan konsep pariwisata pada umumnya yang selama ini dilakukan.

Wisata alam selama ini dipahami sebagai sekedar menikmati keindahan alam. Sementara dalam ekowisata, baik pemerintah, pengunjung, maupun masyarakat sekitar tidak hanya menikmati keindahan alam tetapi ikut juga berperan dalam pelestariannya, baik pelestarian lingkungan alam maupun budaya lokal.

Penerapan ekowisata diperlukan supaya keindahan alam dan budaya kita terjaga kelestariannya sehingga dapat terus dinikmati hingga generasi mendatang.

Saya bahkan berharap Goa Tapak Raja akan mampu berkembang seperti Goa Tritip di Kabupaten Jepara yang sudah melibatkan investor dalam pengembangannya.

Goa Tritip dikelola secara professional dan modern, tetapi demikian kelestarian lingkungannya tetap terjaga.

Jurnalism Warga: Makmur Marbun/Pj Bupati Penajam Paser Utara

TERPOPULER

TERKINI