Rabu, Oktober 28, 2026
No menu items!

BNPB Sebut 3.000 Ha Lahan di Kalimantan Masih Terbakar

Jakarta, Satu Indonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutakhirkan data karhutla pada Minggu (25/10/2026). Dimana luas lahan yang masih dalam penanganan mencapai 3.392 ha.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menegaskan bahwa pengendalian dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah masih terus dilakukan petugas gabungan. Lebih dari 3.000 hektare (ha) terdampak pada tiga provinsi di Pulau Kalimantan.

‘Karhutla terluas terjadi di Kalimantan Tengah dengan 2.458 ha, sedangkan di Kalimantan Barat 884 ha dan Kalimantan Selatan 52 ha,” ujar Berton, di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia menyebut, berbagai strategi penanganan terus diupayakan pemerintah pusat dan daerah yang dibantu para relawan, di antaranya operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan dry ice.  

Sementara di Pulau Sumatera, lanjut Berton, BNPB mencatat pada periode yang sama, luas lahan dalam penanganan di tiga provinsi mencapai sekitar 990 hektare.

Rinciannya meliputi ‘Sumatera Selatan sekitar 889 hektare, Jambi 89 hektare, dan Lampung di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sekitar 12 hektare. Wilayah Riau tidak terpantau adanya pemadaman karhutla,” tambahnya.

Kerahkan 57.050 personel darat

Untuk mendukung penanganan di lapangan, sebanyak 57.050 personel darat disiagakan di enam provinsi. Dimana pengerahan ribuan personel gabungan disiagakan dalam Satuan Tugas Darat di bawah koordinasi pos komando provinsi.

Jumlah tersebut terdiri atas 16.387 personel di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, 12.285 personel di Sumatera Selatan, 7.927 personel di Kalimantan Selatan, 5.984 personel di Jambi, dan sembilan personel di Lampung.

Pemadaman didukung berbagai peralatan, antara lain selang pemadam, selang hisap, nozel, sepatu bot, pompa portabel, pompa punggung, pemukul api, dan radio komunikasi.

Dukungan udara siapkan 61 unit armada

Selain operasi darat, dukungan udara mencakup 61 unit armada, yang terdiri atas 24 unit untuk patroli, CASA, dan OMC serta 37 helikopter water bombing atau pengeboman air. Dimana data alokasi armada tersebut diperbarui pada 26 Oktober 2026.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka dari 24 Kasus Karhutla di Delineasi IKN

Balikpapan, Satu Indonesia - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menetapkan tiga orang tersangka dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara...