Minggu, Oktober 18, 2026
No menu items!

Kronologis Gugurnya Empat Petugas dan Relawan saat Pemadaman Karhutla Bromo

Probolinggo, Satu Indonesia – Empat orang petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur pada Kamis (15/10/2026).

Sementara dua orang lainnya mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.

Kejadian kebakaran bermula pada Selasa 13 Oktober 2026, ketika petugas menerima informasi dari Kepala Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 14.23 WIB mengenai kebakaran ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83 dan berada di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas TNBTS menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meminta bantuan personel dalam upaya. Sejumlah warga bersama perangkat desa, termasuk Kepala Desa Ngadirejo, turut melakukan pemadaman pada hari tersebut.

Mengingat lokasi yang jauh dari sumber air dan sulit dijangkau dengan mesin penyemprot air, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat gebyok. Dalam perkembangan selanjutnya, api merambat masuk ke kawasan TNBTS dan mencapai lokasi yang memiliki medan terjal serta sulit dijangkau.

Namun demikian akhirnya upaya pemadaman berhasill memadamkan api pada hari Rabu 14 Oktober 2026 pukul 11.45. Petugas kemudian melakukan pemantauan hingga malam dan memastikan sudah tidak api maupun asap lagi.

Pada Kamis (15/10/2026) pukul 09.20 dari Posko Karhut Cemoro Lawang terlihat asap tebal di lokasi hari sebelumnya. Empat petugas jaga segera menuju lokasi dan berusaha memadamkan. Mengingat besarnya api, petugas meminta tambahan dukungan personil yang kemudian meluncur menuju lokasi termasuk petugas dari pemegang Perijinan Berusaha Sarana Wisata Alam (PSWA) PT. Mitra Indo Permai (MIP), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk melakukan penyekatan terhadap api yang menjalar masuk di kawasan Mentigen, Kabupaten Probolinggo.

Tim kemudian dibagi 2 regu di sebelah kiri dan kanan api untuk melakukan penyekatan agar api tidak meluas. Sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba angin kondisi kebakaran disertai angin kencang menyebabkan enam personel terjebak di tengah api yang menyala. Lima personel lainnya berhasil menyelamatkan diri karena lokasinya berlawanan dengan arah api.

Setelah api mereda dilakukan upaya pencarian terhadap petugas yang terjebak, dan pada pukul
13.30 WIB tiga personel ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, yaitu Sukaris, PNS Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I, Bidang PTN Wilayah I, BB TNBTS Kemenhut; Wisnu Yuda Pratama, staf PT. Mitra Indo Permai; Sefriel Ardiansyah, staf PT. Mitra Indo Permai.

Serta satu personel terluka parah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Tongas untuk dilakukan perawatan intensif. Namun demikian setelah dirawat sekitar 3 jam, yang bersangkutan atas nama Hendra Rony Wagiyanata, Manggala Agni TNBTS Kementerian Kehutanan dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal dievakuasi bersama dengan pihak Polres Probolinggo dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Tongas untuk proses visum.

Sementara itu, dua personel lainnya mengalami luka bakar berat. Lalu, korban dirujuk ke Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, atas nama Munawi, Masyarakat Peduli Api (MPA); dan Suraji – DW Security, PT. Mitra Indo Permai.

Redaksi

Sumber: Kemenhut

TERPOPULER

TERKINI

OJK Tetapkan Sanksi Pihak Terkait Emiten DSSA, BREN, dan CUAN hingga Denda Triliunan

Jakarta, Satu Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah menetapkan sanksi terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan di Pasar Modal yang terkait...