Rabu, September 9, 2026
No menu items!

Harga Beras, Bawang, dan Cabai di Balikpapan Naik, Pedagang Diingatkan Tak Lampaui HET

Balikpapan, Satu Indonesia — Harga sejumlah bahan pokok di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai mengalami kenaikan. Beras, bawang, dan cabai menjadi beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga di tingkat pedagang.

Dinas Perdagangan Kota Balikpapan memastikan kenaikan tersebut masih dalam batas toleransi. Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan Polda Kaltim juga meningkatkan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pemantauan dilakukan secara langsung untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia.

“Memang harga komoditas kita, khususnya sembako, utamanya beras, kemudian bawang dan cabai, ada kenaikan sedikit,” kata Haemusri, Rabu (9/9/2026).

Menurut Haemusri, kenaikan harga bahan pokok masih perlu diawasi agar tidak berkembang menjadi lonjakan yang dapat membebani daya beli masyarakat.

Pemerintah, kata dia, tetap mengacu pada ketentuan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas yang telah memiliki batas harga tersebut. Pedagang juga diingatkan agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.

“Ada HET-nya. Jadi kita tetap mengacu ke HET. Kalau ada kenaikan, toleransinya kurang lebih lima persen dari HET,” ujarnya.

Pemantauan bersama Satgas Pangan Polda Kaltim dilakukan untuk melihat kondisi harga di lapangan sekaligus mengantisipasi terjadinya kenaikan yang tidak wajar.

Selain harga, aspek pasokan dan distribusi juga menjadi perhatian pemerintah. Ketersediaan komoditas di pasar dinilai berpengaruh terhadap kestabilan harga di tingkat konsumen.

Beras, bawang, dan cabai termasuk komoditas yang relatif sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan. Gangguan distribusi maupun berkurangnya pasokan dari daerah penghasil dapat berdampak terhadap harga di pasar.

Karena itu, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok.

Haemusri juga mengingatkan pedagang agar tidak mengambil keuntungan secara berlebihan dengan menaikkan harga di luar batas kewajaran.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas tersebut tidak berkembang menjadi lonjakan yang lebih tinggi.

Pengawasan harga dan pasokan akan terus dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Dengan pemantauan berkala dan koordinasi bersama Satgas Pangan serta instansi terkait, pemerintah berharap harga dan ketersediaan bahan pokok di Balikpapan tetap terkendali sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

TERPOPULER

TERKINI

Pembangunan SMPN 29 Balikpapan Capai 72 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

Balikpapan, Satu Indonesia — Pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan di kawasan Perumahan Grand City terus dikebut. Hingga Rabu (9/9/2026), progres pembangunan sekolah tersebut telah...