
Pemprov Kaltim saat Penganugerahan Desa Wisata Terbaik dan Perkuat Kolaborasi Pengembangan Desa dalam rangkaian Kaltim Expo 2026 di Atrium Big Mall Samarinda, Kamis (20/8/2026) | Satu Indonesia/Istimewa-HO.
Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar penganugerahan Lomba Desa Wisata sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan desa dalam rangkaian Kaltim Expo 2026 di Atrium Big Mall Samarinda pada Kamis (20/8/2026).
Upaya ini sebagai komitmen Pemprov Kaltim untuk terus mendorong desa menjadi kekuatan baru dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pariwisata tersebut untuk memberikan apresiasi kepada desa-desa wisata berprestasi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kaltim dengan pemerintah kabupaten/kota dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan potensi desa di Bumi Etam.
Penandatanganan kerja sama dan penyerahan penghargaan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim yang dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim A.M. Fitra Firnanda, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim M. Faisal, serta jajaran pemerintah kabupaten/kota terkait.
Dalam arahannya, A.M. Fitra Firnanda menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan kepada desa-desa wisata merupakan bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus mengembangkan potensi pariwisata di tingkat desa.
“Anugerah ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penyemangat bagi kita semua untuk membuktikan bahwa Kalimantan Timur, khususnya desa-desa yang ada di dalamnya, tidak kalah dengan daerah lain dan mampu menghadirkan objek wisata yang unggul, menarik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Firnanda.
Menurutnya, Kaltim memiliki banyak potensi wisata yang tersebar di berbagai desa dan kabupaten/kota. Namun, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi aksesibilitas dan infrastruktur pendukung.
“Kita menyadari bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan desa wisata adalah infrastruktur. Banyak sekali spot dan potensi wisata di desa-desa yang sebenarnya memiliki keindahan luar biasa, tetapi masih terkendala akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus dan prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kami berkomitmen agar potensi-potensi tersebut dapat semakin mudah diakses dan dikembangkan sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim M. Faisal mengapresiasi seluruh desa wisata yang telah berpartisipasi dan berhasil meraih penghargaan, serta para mitra strategis dan pemangku kepentingan di masing-masing wilayah yang terus mendukung pengembangan pariwisata.Ia menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi dalam memperkuat ekosistem desa wisata di Kalimantan Timur.
“Kolaborasi merupakan bagian penting dari perjalanan desa wisata. Tidak mungkin desa wisata berkembang hanya dengan mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra strategis lainnya. Penandatanganan kerja sama hari ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk membangun dan mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan,” jelas Faisal.
Faisal menyebutkan, saat ini terdapat 122 Desa Wisata dari total 841 desa yang ada di Kalimantan Timur. Meski jumlah tersebut masih dapat terus dikembangkan, ia berharap kondisi fiskal yang dihadapi saat ini tidak mengurangi semangat seluruh pihak untuk memajukan sektor pariwisata.
“Jumlah 122 desa wisata ini memang masih jauh dari keseluruhan 841 desa yang ada di Kaltim. Namun, kami berharap kondisi fiskal saat ini tidak menyurutkan semangat kita. Justru dengan keterbatasan yang ada, kolaborasi dan kreativitas harus semakin diperkuat agar potensi desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan Lomba Desa Wisata kategori Juara Utama diberikan kepada tiga desa, yakni Juara 1 Desa Wisata Klempang Sari, Kabupaten Paser; Juara 2 Desa Wisata Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara; dan Juara 3 Desa Wisata Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat.
Selain kategori Juara Utama, penghargaan juga diberikan dalam sejumlah kategori khusus desa wisata, yaitu Kategori Pemberdayaan Masyarakat: Desa Sangkuliman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kategori Ekowisata Bahari: Kampung Teluk Harapan, Kabupaten Berau. Kategori Agrowisata: Desa Bhuana Sari Bumi Rapak, Kabupaten Kutai Timur. Kategori Pedalaman dan Adat: Kampung Lutan, Kabupaten Mahakam Ulu. Kategori Budaya: Desa Wisata Pampang, Kota Samarinda. Kategori Kreatif: Desa Wisata Satimpo Indah, Kota Bontang. Kategori Konservasi Mangrove: Kampung Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove, Kota Balikpapan.
Penganugerahan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemantik bagi desa-desa wisata lainnya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga potensi alam dan budaya yang dimiliki.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap semakin banyak desa yang mampu mengembangkan potensi wisatanya secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, inovasi, promosi, serta kolaborasi lintas sektor, desa wisata diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Momentum Kaltim Expo 2026 pun menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan pariwisata Kaltim yang semakin maju, inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru Bumi Etam.

