NUSANTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, beserta jajaran melaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa sejumlah 34 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC)–Borneo Studies Network (BSN) Pada Tahun 2026 sebanyak 34 mahasiswa menyelesaikan program pengabdian dan magang di lingkungan Otorita IKN.
Selama mengikuti program KKN Bersama KUC–BSN yang dilaksanakan Tahun 2026 pada tanggal 13 Juli hingga 5 Agustus 2026 di wilayah IKN. Pada program ini, mahasiswa ditempatkan pada sejumlah unit kerja Otorita IKN sesuai dengan kedisiplinan ilmu yang mereka tempuh, mulai dari hukum, perencanaan makro, pertanahan, pengendalian penyelenggaraan pemerintahan dan perizinan Pembangunan, pelayanan dasar, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, ketahanan pangan, investasi dan kemudahan berusaha, pembiayaan, sarana prasarana dasar, sarana prasarana sosial, hingga pengelolaan gedung, kawasan, dan perkotaan.
Dalam sambutannya, Basuki menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya sekedar bagian dari akademik menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja ssekaligus untuk memahami berbagai tantangan nyata dalam peroses pemembangun sebuah kota baru.
“Kegiatan tersebut tidak hanya survei bagi mereka, tetapi mengajak mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada personal yang dihadapi, tetapi juga mencari solusi setiap tantanggan. Jangan sampai mahasiswa KKN ikut kegiatan ini hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Carilah value dan manfaat kegiatannya untuk diri kita sendiri,” ujar Basuki, pada Rabu (05/08/2026).
Sebanyak 34 mahasiswa yang berasal dari tujuh perguruan tinggi mengikuti kegiatan pengabdian ini, ketujuh perguruan tingi itu meliputi Universitas Kutai Kartanegara, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Para pesserta Program pengabdian ini diikuti oleh beragam program studi,di antaranya agroteknologi, teknik pertambangan, teknik lingkungan, perencanaan wilayah dan kota, teknik sipil, hukum, ekonomi dan bisnis, pertanian, psikologi, manajemen, akuntansi, serta bidang ilmu lainnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan KKN LPPM Universitas Borneo Tarakan, Anang Sulistyo, S.P., M.P, sekaligus yang juga bertindak sebagai perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan bahwa pelaksanaan KKN tematik di Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan kesempatan langsung pada mahasiswa agar lebih dalam memahami etos kerja, dan bertanggung jawab, serta membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada sisi akademik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Otorita IKN yang telah menerima kami dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar lagsung melalui peraktik di lapangan. Dari pengalaman ini mahasiswa belajar bagaimana memahami dunia kerja, termasuk etos dan tanggung jawab. Kedepannya, yang nantinya akan terpilih adalah orang-orang yang tidak hanya memiliki karakter dan etos yang mumpuni, bukan hanya dari segi IPK saja,” ujar Anang.
Pada akhir kegiatan penutupan tersebut, salah satu peserta KKN dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Aleandra Bonita Khansa Werat, menyampaikan bahwa pengalaman belajar di Otorita IKN memberikan wawasan baru mengenai penyelnggaraan pemerintah. Menurutnya, program tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami kerja pemerintahan serta interaksi dengan masyarakat, salah satunya melalui proses penyelarasan regulasi dalam pembangunan Nusantara.
“Selama KKN Tematik ini memberikan pengalaman yang berbeda karena kami tidak hanya belajar di lingkungan pemerintah, tetapi juga terjun lagsung ke masyarakat. Saya juga mempelajari bagaimana menyelaraskan undang-undang IKN dan undang-undang lainnya, untuk kemudian membentuk undang-undang Pemdasus. Untuk Ibu Kota Nusantara, semoga pembangunan ini dapat segera selesai, agar bisa cepat merata juga ke seluruh Kalimantan,” tutup. Aleandra.
(Humas Otorita Ibu Kota Nusantara)
(MH/kurnia)

