Jumat, Juli 24, 2026
No menu items!

86 Perusahaan Buka 2.079 Lowongan di Job Market Fair Balikpapan, Lulusan SMA/SMK Paling Dibutuhkan

Satu Indonesia, Balikpapan – Sebanyak 86 perusahaan membuka 2.079 lowongan kerja dalam Job Market Fair (JMF) 2026 yang digelar Pemerintah Kota Balikpapan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, 14–15 Juli 2026. Lowongan tersebut mencakup 69 jenis jabatan dari berbagai sektor usaha, dengan kebutuhan tenaga kerja paling besar untuk lulusan SMA/SMK.

Mewakili Wali Kota Balikpapan, Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, M Andi Yusri M Ramli, mengatakan penyelenggaraan Job Market Fair merupakan wujud komitmen pemerintah bersama dunia usaha dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, seluruh panitia, serta perusahaan-perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Andi Yusri saat membuka kegiatan.

Menurutnya, pengangguran masih menjadi tantangan yang tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Andi Yusri menilai Balikpapan memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kompetensi dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang kerja yang tercipta dari meningkatnya investasi dan pembangunan.

Ia menambahkan, Job Market Fair menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih cepat, praktis, dan efisien.

“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pencari kerja. Tunjukkan kemampuan, etos kerja, dan semangat untuk terus belajar, karena dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kualifikasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan sekaligus Koordinator Job Market Fair, Baidawi, mengatakan jumlah perusahaan peserta maupun lowongan kerja pada penyelenggaraan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dalam Job Market Fair tahun 2026 ini terdapat 86 perusahaan yang berpartisipasi dengan menyediakan 2.079 lowongan kerja pada 69 jenis jabatan,” ujarnya.

Baidawi merinci, lowongan yang tersedia diperuntukkan bagi lulusan SMP sebanyak satu orang, SMA/SMK 1.111 orang, diploma 395 orang, dan sarjana (S1) sebanyak 572 orang. Dominasi kebutuhan tenaga kerja lulusan SMA/SMK, menurutnya, menunjukkan besarnya permintaan industri terhadap tenaga kerja vokasi.

“Hal ini menunjukkan kebutuhan terbesar industri masih berasal dari tenaga kerja vokasi. Karena itu penguatan kompetensi lulusan SMK dan sertifikasi keterampilan menjadi sangat penting,” katanya.

Berdasarkan sektor usaha, perusahaan yang paling banyak membuka lowongan berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebanyak 17 perusahaan. Selanjutnya, sektor aktivitas keuangan dan asuransi 15 perusahaan, penyediaan akomodasi dan makan minum 14 perusahaan, aktivitas penyewaan, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan jasa penunjang usaha 12 perusahaan, serta industri pengolahan tujuh perusahaan.

Adapun posisi yang paling banyak dibutuhkan meliputi tenaga sales dan marketing sebanyak 380 orang, mekanik mesin dan alat berat 181 orang, pramuniaga 149 orang, management trainee 120 orang, kolektor 78 orang, administrasi 70 orang, operator alat berat 67 orang, tenaga kesehatan 60 orang, tenaga kebersihan 53 orang, serta frontliner sekitar 50 orang.

Baidawi mengungkapkan, hingga Juni 2026 masih terdapat 2.827 pencari kerja di Balikpapan yang belum terserap dunia kerja, terdiri atas 1.406 laki-laki dan 1.421 perempuan.

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan percepatan penempatan tenaga kerja melalui kegiatan yang mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan perusahaan,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan akan terus memperkuat program link and match antara dunia pendidikan dan industri, pelatihan berbasis kebutuhan perusahaan, sertifikasi kompetensi, serta digitalisasi layanan ketenagakerjaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

TERPOPULER

TERKINI