Selasa, Juni 9, 2026
No menu items!

Catat Tanggalnya! Gerakan Pangan Murah Kembali Hadir di Empat Kelurahan Samarinda

Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Samarinda siap menggelar kembali Gerakan Pangan Murah (GPM) 2026 bagi masyarakat.

Program ini akan dilaksanakan secara bergilir di empat lokasi berbeda mulai 10 hingga 18 Juni 2026, sebagai respons atas dinamika harga pangan nasional yang masih berfluktuasi.

Langkah itu diambil usai Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin (08/06/2026).

Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen. Pol. Tomsi Tohir tersebut diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia dan disertai sosialisasi program sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Dalam forum itu, Plh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa inflasi nasional Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen (month-to-month). Komoditas penyumbang utama meliputi cabai merah, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, dan daging ayam ras.

Namun kabar baiknya, provinsi Kalimantan Timur masuk dalam tujuh provinsi yang justru mengalami deflasi pada Mei 2026, yakni sebesar 0,17 persen.

Kondisi harga dan pasokan beras di Samarinda pun dinilai masih aman, meski Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di 80 kabupaten/kota secara nasional menunjukkan kenaikan pada pekan pertama Juni 2026.

Komjen Pol Tomsi Tohir pun menegaskan pentingnya langkah konkret daerah dalam menekan harga pangan, khususnya cabai merah dan bawang merah yang kerap menjadi pemantik inflasi. Ia mendorong gerakan menanam sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan pasokan antardaerah.

“Daerah yang masyarakatnya dominan mengonsumsi cabai harus ikut bertanggung jawab memperkuat produksinya. Gerakan menanam ini menjadi salah satu langkah efektif untuk mengendalikan gejolak harga,” tegasnya.

Ia juga meminta agar distribusi minyak goreng lebih diprioritaskan ke pasar rakyat dan wilayah yang masih mengalami tekanan inflasi tinggi. Faktor eksternal seperti harga minyak dunia, biaya avtur penerbangan, dan kondisi geopolitik global turut disebut sebagai variabel di luar kendali pemerintah.

Merespons arahan tersebut, Pemkot Samarinda menyiapkan empat titik pelaksanaan GPM. Kegiatan berlangsung pukul 08.00–13.00 WITA dengan jadwal sebagai berikut:

  • 10 Juni 2026 : Halaman Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Tanah Merah
  • 11 Juni 2026 : Halaman Bebaya Kost Syariah, Kelurahan Sempaja Selatan
  • 17 Juni 2026 : Lapangan Bola PERSEKA, Kelurahan Teluk Lerong Ulu
  • 18 Juni 2026  : Halaman Kantor Kelurahan Sidodamai

Program ini bukan sekadar bazar pangan murah. GPM menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemkot Samarinda dalam menjaga daya beli warga, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mengantisipasi gejolak harga sebelum meluas.

TERPOPULER

TERKINI