Rabu, September 23, 2026
No menu items!

Safari Jumat Pemkab PPU Perkuat Dialog dengan Warga, Bahas Sawit dan Pengembangan Masjid

Penajam, Satu Indonesia — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menggelar Safari Jumat yang dirangkai dengan silaturahmi dan dialog bersama masyarakat di Masjid Darul Aman RT 001, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan gotong royong membersihkan area masjid dan lingkungan sekitar, pemeriksaan kesehatan gratis, salat Jumat berjamaah, hingga sesi dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan Safari Jumat menjadi agenda rutin pemerintah daerah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.

Ia menjelaskan, kegiatan di Kecamatan Waru merupakan titik keempat setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Penajam, Babulu, dan Sepaku.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bertemu, berdialog, dan saling bertukar informasi. Apabila ada hal-hal yang belum diketahui pemerintah daerah, masyarakat bisa menyampaikan secara langsung. Begitu pula program-program pemerintah dapat kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan penyampaian aspirasi.

Ia mengajak masyarakat terus menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah melalui perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.

“Kalau ada persoalan perikanan bisa disampaikan ke dinas perikanan, kalau pertanian ke dinas pertanian, dan kalau infrastruktur ke PUPR. Mari kita bicarakan bersama dengan baik agar setiap persoalan dapat dicari solusi bersama,” ucapnya.

Selain itu, Waris juga mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi informasi yang beredar sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun informasi yang tidak berimbang.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari anjloknya harga sawit hingga kondisi sarana ibadah dan lingkungan sekitar masjid.

Salah seorang warga mengeluhkan harga sawit yang dalam beberapa hari terakhir turun sekitar Rp800 per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan petani sawit di wilayah Waru.

Menanggapi hal itu, Bupati Mudyat menjelaskan penurunan harga sawit dipengaruhi berbagai faktor, termasuk dinamika pasar global dan kebijakan tata niaga sawit nasional.

Ia mengatakan pemerintah daerah juga tengah merencanakan modernisasi sektor perkebunan agar rantai distribusi sawit masyarakat, khususnya plasma, menjadi lebih efisien dan harga lebih terkendali.

Selain persoalan sawit, pengurus dan takmir Masjid Darul Aman turut menyampaikan kondisi menara masjid yang mengalami pergeseran hingga menyebabkan retakan pada bangunan utama masjid.

Berdasarkan hasil rapat internal, pengurus mempertimbangkan pembongkaran menara demi keselamatan jamaah dan menjaga bangunan induk masjid yang telah berdiri sejak lama. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama sehingga dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan.

Takmir masjid juga menyampaikan aspirasi terkait peningkatan insentif bagi marbut dan imam masjid yang saat ini menerima bantuan Rp200 ribu per bulan.

Dalam dialog lanjutan, salah seorang tokoh masyarakat menjelaskan Masjid Darul Aman telah berdiri sejak 1979 dan awalnya hanya berupa langgar sederhana. Seiring bertambahnya jumlah jamaah dan musafir, kapasitas masjid dinilai tidak lagi memadai.

Ia mengusulkan pembongkaran menara tidak hanya demi faktor keselamatan, tetapi juga untuk membuka ruang perluasan bangunan masjid. Selain itu, kawasan sekitar masjid juga kerap terdampak genangan air saat pasang.

Sebagai bentuk dukungan, tokoh masyarakat tersebut berencana menghibahkan sebagian lahannya di belakang masjid untuk perluasan area masjid sekaligus pembangunan tanggul penahan air.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Mudyat memastikan pemerintah daerah akan menugaskan dinas teknis untuk meninjau kondisi bangunan menara yang mengalami pergeseran.

Ia juga menyatakan pemerintah daerah siap membantu rencana perluasan masjid dan pembangunan tanggul melalui dukungan alat berat serta bantuan teknis dari perangkat daerah terkait.

Selain itu, Mudyat meminta dinas terkait membantu melengkapi kekurangan peserta kurban agar target dua ekor sapi kurban di masjid tersebut dapat terealisasi tahun ini.

Terkait usulan kenaikan insentif marbut dan imam masjid, Mudyat mengatakan pemerintah daerah masih menghitung kemampuan anggaran daerah dan berharap kondisi APBD ke depan semakin membaik sehingga kesejahteraan marbot dapat ditingkatkan.

TERPOPULER

TERKINI

KPK Beberkan Bupati Bolaang Mongondow Utara Diduga Patok Fee 10 persen dari Proyek

Jakarta, Satu Indonesia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap satu orang tersangka Sirajudin Lasena atau SJL selaku Bupati Bolaang Mongondow Utara ...