Rabu, April 22, 2026
No menu items!

Helikopter Airbus H130 Hilang Kontak di Sekadau, Tim SAR Temukan Dugaan Serpihan di Lokasi Pencarian

Satu Indonesia, Sekadau – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terus dilakukan menyusul hilangnya kontak helikopter jenis Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas dari area perkebunan PT Citra Mahkota, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Kabupaten Kubu Raya pada Kamis pagi.

Berdasarkan kronologi, pesawat lepas landas pada pukul 08.34 WIB dan kehilangan kontak sekitar lima menit kemudian. Pesawat dilaporkan hilang dari pantauan radar serta tidak merespons komunikasi radio rutin.

Sinyal darurat kemudian terdeteksi oleh Basarnas Command Center pada pukul 09.15 WIB melalui sistem satelit COSPAS-SARSAT, yang menangkap pancaran Emergency Locator Transmitter (ELT). Titik koordinat sinyal mengarah ke kawasan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Dalam penerbangan tersebut, tercatat terdapat delapan orang di dalam helikopter, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, serta potensi SAR lainnya. Tim darat diberangkatkan dari Pos SAR Sintang sejak pukul 11.00 WIB dan saat ini masih berupaya menembus lokasi yang berada di kawasan hutan lebat dengan medan perbukitan terjal.

Upaya pencarian juga dilakukan melalui jalur udara. Helikopter Super Puma TNI AU sempat diterjunkan dari Lanud Supadio untuk melakukan pemantauan dari udara. Hasilnya, ditemukan serpihan yang diduga bagian ekor helikopter sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak.

Temuan tersebut kemudian diteruskan kepada tim darat untuk mempercepat proses pencarian di lokasi.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan bahwa seluruh potensi SAR dikerahkan secara maksimal dalam operasi ini.

“Basarnas berkomitmen untuk melaksanakan operasi SAR seoptimal mungkin dengan dibantu oleh seluruh potensi SAR,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan fokus pada titik koordinat sinyal darurat serta lokasi temuan serpihan. Tim SAR menghadapi tantangan berat akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Pihak Basarnas juga mengajak masyarakat untuk mendoakan kelancaran proses pencarian dan keselamatan seluruh korban yang berada di dalam helikopter tersebut.

TERPOPULER

TERKINI