Balikpapan, Satu Indonesia – Arus balik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mencapai puncaknya pada Sabtu (28/3/2026).
Otoritas bandara bahkan memprediksi total pergerakan penumpang hari ini menembus angka 23.000 orang, didominasi oleh kedatangan ke Balikpapan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Wiyana Mahdar mengungkapkan bahwa lonjakan ini merupakan bagian dari tren arus balik setelah periode mudik Lebaran.
“Hari ini menjadi prediksi kami untuk arus balik, dengan sekitar 23.000 penumpang, baik yang datang maupun berangkat, namun didominasi oleh penumpang yang datang ke Balikpapan,” ujar Iwan,
Ia menjelaskan, mayoritas penumpang yang kembali ke Balikpapan berasal dari sejumlah kota besar di Indonesia. Lima rute dengan trafik tertinggi yakni dari Bandara Soekarno-Hatta, Makassar, Surabaya, Tarakan, serta Yogyakarta.
“Kelima destinasi tersebut menjadi penyumbang penumpang terbanyak yang menuju ke Balikpapan dan Kalimantan Timur,” katanya.
Berdasarkan data angkutan Lebaran, sebelumnya puncak arus mudik terjadi pada H-6 atau 14 Maret 2026 dengan jumlah 19.113 penumpang. Sementara itu, pada periode arus balik sebelum hari ini, puncak sementara tercatat pada H+4 atau 25 Maret 2026 dengan sekitar 20.000 penumpang.
Secara keseluruhan, trafik penumpang tahun ini menunjukkan tren peningkatan. Bandara mencatat kenaikan sebesar 6,90 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Sementara jika dibandingkan dengan 2025, terjadi kenaikan 2,3 persen dengan total 244.113 penumpang yang telah dilayani sejak H-7 hingga H+6 Lebaran.
Lonjakan arus balik ini juga dirasakan oleh para penumpang. Salah satunya, Damara Alifa Ramadani, yang kembali ke Surabaya untuk melanjutkan aktivitas perkuliahan.
“Balik ke kampus, kuliah lagi,” ujarnya singkat.
Ia mengaku tidak mengalami kendala selama perjalanan, baik saat check-in maupun di bandara. Terkait harga tiket, Damara menyebut masih dalam batas normal karena memesan jauh hari.
“Kemarin sekitar Rp1,3 jutaan. Karena belinya lebih cepat, jadi tidak terlalu mahal,” ucapnya.
Pihak bandara memastikan seluruh operasional berjalan lancar selama periode arus balik, termasuk pelayanan penumpang dan pengaturan jadwal penerbangan guna mengantisipasi lonjakan trafik.
(MH/HL)

