Satu Indonesia, Balikpapan – Operasi pencarian terhadap seorang pemancing yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Balikpapan Timur resmi dihentikan pada Sabtu (14/3/2026) sore, setelah tim SAR gabungan tidak menemukan korban hingga batas waktu pencarian.
Penutupan operasi dilakukan sekitar pukul 16.30 WITA di Dermaga Haji Umar, Tanjung Kelor, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya kepolisian, Basarnas, BPBD, serta perwakilan keluarga korban.
Kapolsek Balikpapan Timur, M Chusen, menyampaikan bahwa upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak korban dilaporkan hilang.
“Seluruh tim SAR gabungan sudah berupaya optimal melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga area yang lebih luas. Namun, sampai batas waktu operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Kapolsek.
Korban diketahui bernama Nopi, warga Jalan Penggalang, Balikpapan Kota. Ia dilaporkan jatuh ke laut saat memancing pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 21.30 WITA, dengan mengenakan hoodie berwarna abu-abu.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Polri, relawan, hingga nelayan setempat. Penyisiran dilakukan secara intensif di perairan Balikpapan Timur selama beberapa hari.
Menurut Chusen, penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil koordinasi antara Basarnas dan pihak keluarga korban.
“Keputusan ini diambil secara bersama-sama dengan keluarga korban. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” katanya.
Pihak keluarga korban juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian, serta mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan upaya maksimal selama proses berlangsung.
Kegiatan penutupan operasi berakhir sekitar pukul 17.00 WITA dalam situasi aman dan kondusif.

