Rabu, April 22, 2026
No menu items!

Kunci Tobat yang Diterima Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Samarinda, Satu Indonesia – Setiap manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan dalam perjalanan hidupnya. Dalam pandangan Islam, hal tersebut merupakan fitrah manusia sebagai makhluk yang memiliki kelemahan.

Karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bertobat dengan penuh keikhlasan, memohon ampun kepada Allah, serta bertekad meninggalkan perbuatan dosa yang telah dilakukan.

Namun demikian, tak jarang seseorang yang telah bertobat ingin mengetahui apakah tobatnya benar-benar diterima oleh Allah atau belum. Menanggapi hal tersebut, Syekh Abdul Qadir Jailani dalam karyanya *Al-Ghunyah li Thâlibi Tharîqil Ḫaq* [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997], Juz I, halaman 266–267, menjelaskan bahwa terdapat empat tanda diterimanya tobat seseorang.

Adapun keempat tanda tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menjaga pergaulan

Ciri pertama diterimanya tobat seseorang dapat dilihat dari kemampuannya dalam menjaga pergaulan. Ketika seseorang bisa menjaga jarak dengan tukang maksiat dan memilih untuk bergaul dengan orang-orang saleh, maka kemungkinan besar tobatnya telah diterima oleh Allah.

Sering bergaul dengan orang-orang saleh bisa mendorong seseorang untuk istiqamah dalam beramal saleh dan meninggalkan maksiat. Sebagaimana diketahui, pergaulan yang baik bisa membentuk kepribadian yang baik dan pergaulan yang buruk bisa menghasilkan kepribadian yang buruk.

2. Berhenti melakukan dosa

Tobat yang diterima oleh Allah adalah tobat yang dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh dan tekad yang kuat untuk berhenti melakukan dosa. Kesungguhan ini bisa terlihat ketika orang yang bertobat itu mampu meninggalkan dosa dan berkomitmen dalam ketaatan kepada Allah.

Seseorang yang sudah bertobat, tidak mengulangi perbuatan dosa, dan istiqamah dalam beribadah, kemungkinan besar tobatnya tersebut telah diterima oleh Allah.

3. Ingat akhirat

Seseorang yang telah bertobat dan tobatnya itu diterima oleh Allah selalu berusaha untuk membuang kesenangan dunia dari hatinya. Sebaliknya, hatinya selalu merenung dan memikirkan bekal untuk kehidupan akhirat nanti. Kesedihan ini tumbuh karena ia menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan kehidupan akhirat itu kekal.

4. Fokus pada Allah

Ciri terakhir tobat yang diterima adalah ketika seorang hamba tidak lagi risau dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Allah, dalam hal ini adalah rezeki. Sebaliknya, ia akan fokus kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Ketika hal ini sudah hadir dalam hati seorang hamba, maka ia termasuk dalam kelompok yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 222:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Itulah 4 ciri tobat yang diterimanya oleh Allah menurut Syekh Abdul Qadir Jailani. Ciri-ciri ini bisa dijadikan sebagai pedoman bagi umat Islam agar senantiasa bisa selalu istiqamah dalam melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Wallahu a‘lam.

Sumber: Kemenag

TERPOPULER

TERKINI