Selasa, Juli 21, 2026
No menu items!

Ramai Dikunjungi, Kampung Ramadan Temindung Magnet Baru Samarinda

Samarinda, Satu Indonesia – Kawasan Temindung berhasil mencuri perhatian warga kota Tepian, Samarinda, sejak Sabtu (21/02/2026) malam. Kampung Ramadan Temindung di Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang,resmi dibuka dan menyambut hangat siapa saja yang melangkah masuk.

Ditargetkan bukan hanya menjadi pasar musiman, kehadiran Kampung Ramadan ini diproyeksikan menjadi pusat ngabuburit baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi warga Samarinda.

Dalam keterangannya, Sabtu (21/02/2026) malam, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi tak segan untuk menyatakan rasa kagumnya. Baginya, fenomena ini adalah sinyal positif bagi pariwisata berbasis komunitas.

“Salah satunya memang kita dorong sebagai tempat ngabuburit di Samarinda. Antusias masyarakat terlihat cukup bagus,” ujarnya.

Menurut Ririn, daya tarik Kampung Ramadan Temindung tidak hanya terletak pada bazar kuliner yang menghadirkan beragam menu berbuka puasa, tetapi juga pada rangkaian lomba dan agenda komunitas yang disiapkan selama penyelenggaraan. Sejumlah kegiatan seperti lomba beduk dan pertunjukan seni dijadwalkan meramaikan suasana hingga akhir Ramadan.

“Partisipasi lomba-lomba juga tinggi. Ini menunjukkan masyarakat rindu kegiatan Ramadan yang menghadirkan suasana kebersamaan,” katanya lagi.

Satu hal yang istimewa dari Kampung Ramadan Temindung tahun ini terletak pada pengelolaannya. Jika pasar Ramadan pada umumnya dikelola penuh oleh instansi, Temindung justru bergerak dari akar rumput. Ririn memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan komunitas yang menjadi motor penggerak, mulai dari tahap perencanaan hingga pendanaan mandiri.

Kolaborasi tersebut, lanjutnya, menjadi ciri khas yang membedakan Kampung Ramadan Temindung dari pasar Ramadan lainnya.

“Ini hasil kolaborasi. Mayoritas pembiayaan dari komunitas. Pemerintah hadir untuk mendukung sistem dan memfasilitasi,” jelas.

Saat meninjau area bazar, Ririn melihat para pelaku UMKM lokal mulai menunjukkan kesiapan dalam membangun identitas usaha, termasuk penguatan merek dan strategi pemasaran. Hal ini dinilai sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah.

“Sebagian sudah punya brand. Ini strategi ekonomi kreatif ke depan, bagaimana UMKM terus berkembang dan punya pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Sebanyak 60 stan bazar meramaikan Kampung Ramadan Temindung 2026 ini. Panitia penyelenggara menghadirkan konsep yang tidak hanya berfokus pada penjualan takjil, tetapi juga pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

Tak hanya soal kuliner, kampung ini juga menjadi panggung kreativitas. Berbagai agenda seperti lomba beduk dan pertunjukan seni lokal dijadwalkan akan mengisi hari-hari warga selama sebulan penuh.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap Kampung Ramadan Temindung tidak hanya menjadi agenda musiman, tetapi dapat berlanjut sebagai kegiatan rutin berbasis komunitas yang memberi dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Kampung Ramadan Temindung 2026, Agung Gunawan Wibisono, mengatakan saat ini sekitar 30 pelaku UMKM terlibat aktif. Selain itu, ada 10 pelaku usaha binaan dari masyarakat sekitar yang mendapat pendampingan.

“Ada 60 stand bazar, sekitar 30 pelaku UMKM dan 10 binaan masyarakat sekitar,” ujarnya.

TERPOPULER

TERKINI