Satu Indonesia, Balikpapan – Aktivitas pembelian LPG 3 kilogram di Pangkalan Sumardjan, Muara Rapak, Balikpapan Utara, yang ramai diperbincangkan di media sosial pada Selasa (17/02/2026), mendapat tanggapan dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Perusahaan memastikan pasokan dan distribusi LPG subsidi di Balikpapan dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas pembelian terjadi bertepatan dengan Hari Libur Nasional Imlek. Pada hari tersebut, agen PSO PT Telaga Warih menyalurkan tambahan (fakultatif) 200 tabung ke pangkalan tersebut di luar jadwal reguler.
“Pengiriman pada hari libur nasional merupakan tambahan di luar jadwal reguler. Agen memiliki alokasi fakultatif 1.120 tabung dan khusus Kota Balikpapan pada Februari ini telah dilakukan tambahan penyaluran sebesar lebih dari 8.400 tabung untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat,” jelas Edi.
Ia menyebutkan, alokasi bulanan Pangkalan Sumardjan mencapai 2.200 tabung. Jumlah tersebut dinilai cukup besar karena pangkalan itu juga melayani penjualan LPG non-subsidi dan menjadi salah satu titik pembelian utama di wilayah sekitar.
Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, harga jual LPG 3 kg di pangkalan tersebut tercatat masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Kota Balikpapan, yakni Rp19.000 per tabung. Pangkalan juga melakukan pendataan pembeli untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Pada saat pengecekan, stok LPG 3 kg dilaporkan telah habis tersalurkan pada hari yang sama. Sementara itu, LPG non-subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg masih tersedia. Penyaluran berikutnya dijadwalkan pada Kamis (19/02/2026) sebanyak 200 tabung.
“Tingginya aktivitas pembelian tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat yang meningkat pada hari libur. Kami memastikan suplai tetap berjalan dan monitoring distribusi terus diperketat agar LPG subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegas Edi.
Menjelang Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengaku telah melakukan pemantauan dan inspeksi ke sejumlah pangkalan. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan, termasuk kemungkinan tambahan pasokan.
Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dan tidak melakukan pembelian berlebih. Jika menemukan indikasi pelanggaran distribusi, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.

