Rabu, Maret 11, 2026
No menu items!

Hilirisasi Perikanan, Kaltim Siap Bangun Kampung Budidaya

Samarinda, Satu Indonesia – Provinsi Kalimantan Timur yang selama ini hanya dikenal sebagai penghasil bahan mentah akan segera bertransformasi melalui hilirisasi perikanan.

Pemprov Kaltim berencana untuk mengembangkan konsep Kampung Perikanan Budidaya, guna memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat lokal, maupun masyarakat Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa mendatang.

Kampung Budidaya akan menjadi bagian dari komitmen Pemprov menuju kemandirian, peningkatan nilai tambah dan juga kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Kaltim juga siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi khususnya Universitas Mulawarman Samarinda, karena Unmul dinilai sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi.

Melansir Niaga Asia, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim Irhan Hukmaidy menyatakan bahwa dengan hadirnya IKN, Kaltim tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia sumber daya alam, tapi telah bergeser menjadi pusat geoekonomi nasional. Magnet IKN ini diyakini akan menarik arus investasi yang besar ke daerah.

Dalam kegiatan Simposium Nasional Reuni Akbar Fakultas Perikanan dan Ilmu Perikanan (FPIK) Unmul pada Jum’at (06/02/2025), Irhan menerangkan bahwa untuk menarik investor untuk berinvestasi di sektor perikanan, DKP Kaltim mendorong kabupaten/kota untuk menghadirkan produk-produk unggul perikanan masing-masing wilayah, agar masyarakat luar yang ingin berinvestasi tidak kebingungan menentukan lokasi.

“Saya ingin setiap daerah memiliki keunggulan yang spesifik. Misalkan di satu kampung unggul dalam budidaya ikan lele, maka kegiatan itu harus dilakukan secara masif dan terstruktur. Investor perlu wadah yang jelas agar mereka tahu harus menanamkan modalnya di mana,” kata Irhan.

Tantangan besar juga muncul seiring adanya integrasi Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim.

Meski demikian, Pemprov Kaltim tetap berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem. Hingga tahun 2025, target penetapan kawasan konservasi laut Kaltim mencapai 301.030 hektar. Namun kawasan tersebut bukan merupakan wilayah larangan total, melainkan zona pemanfaatan terbatas yang berfungsi sebagai daerah pemijahan dan asuhan bagi komoditas bernilai ekonomi penting.

Strategi utama pembangunan perikanan kedepan bertumpu pada revitalisasi melalui Kampung Perikanan Budidaya. Fokus utama diarahkan pada komoditas unggulan berorientasi ekspor, seperti udang windu, kepiting, dan rumput laut.

Konsep kampung budidaya ini direncanakan secara menyeluruh. Mulai dari pembenihan modern, pembesaran, hingga pengolahan pascapanen, yang mencakup rumah kemasan serta ekowisata. Kampung budidaya akan menjadi sentra produksi yang akan memudahkan para pelaku usaha.

“Banyak perusahaan masuk ingin mencari komoditas seperti patin, tetapi bingung harus ke mana. Konsep kampung budidaya ini hadir untuk menjawab itu, mulai dari benih hingga hilirisasi,” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI