Kamis, Januari 29, 2026
No menu items!

Aktifitas Transaksi Digital Nasional Berkembang Pesat, QRIS Capai 60 Juta Pengguna

Jakarta, Satu Indonesia – Dalam kegiatan peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada Rabu (28/01/2026), Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa sistem pembayaran digital nasional terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Hingga saat ini, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tercatat telah mencapai 60 juta orang, dengan partisipasi 44 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

“QRIS kini telah mencatatkan 17 miliar transaksi, mencerminkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Perry.

Pada kesempatan itu, Perry juga membeber bahwa tingginya jumlah pengguna QRIS menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi, dari tunai menuju non-tunai yang lebih praktis, cepat, dan aman.

Digitalisasi sistem pembayaran dinilai telah mempermudah aktivitas ekonomi harian, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga, pembayaran transportasi, hingga transaksi di sektor jasa dan pariwisata.

“Pengguna QRIS tidak hanya berasal dari kota-kota besar, tetapi juga tumbuh pesat di daerah, termasuk di pasar tradisional dan sentra UMKM,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran QRIS telah membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus bergantung pada uang tunai.

Dengan satu kode QR, pedagang kecil kini dapat menerima berbagai metode pembayaran digital, sehingga meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat pencatatan keuangan.

Selain di dalam negeri, Perry menyebutkan pengguna QRIS juga mulai merasakan manfaat kerja sama lintas negara. Masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri kini dapat bertransaksi menggunakan QRIS di delapan negara, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, India, dan Arab Saudi.

“Ini memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pelaku usaha Indonesia dalam melakukan pembayaran di luar negeri, sekaligus memperluas ekosistem ekonomi digital nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, Bank Indonesia akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS agar semakin inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan, sehingga transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

TERPOPULER

TERKINI