Nunukan, Satu Indonesia – Masyarakat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengeluhkan kosongnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi di seluruh SPBU.
Kondisi ini telah berlangsung selama tiga hari terakhir dan sangat menghambat aktivitas serta mobilitas warga. Tak hanya di SPBU, bahkan kelangkaan BBM juga sampai ke kios-kios kecil penjual BBM eceran pinggir jalan.
Merespons hal tersebut, pada Jum’at (09/01/2026), Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri menyampaikan permohonan maaf.
“Saya sudah terima laporan terkait sulitnya masyarakat mendapatkan BBM baik jenis Pertalite maupun Pertamax, termasuk untuk bahan bakar mesin diesel,” kata Irwan.
Irwan mengaku Pemerintah Nunukan telah melakukan koordinasi dengan pihak SPBU. Diketahui BBM kosong dikarenakan adanya kapal pengangkut BBM masuk masa pemeliharaan atau docking dan melakukan perpanjangan izin berlayar di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan.
“Setiap di awal tahun kapal-kapal pengangkut BBM melakukan perpanjangan izin berlayar dan biasanya kapal-kapal juga harus docking,” sebutnya.
Irwan membantah kekosongan BBM saat ini disebabkan oleh tidak adanya stok BBM di kilang Tarakan. Kuota BBM untuk wilayah Nunukan masih tetap seperti tahun lalu sesuai kebutuhan jumlah pengguna.
“Tadi pagi saya dapat informasi hari ini ada satu kapal BBM masuk, kemudian besok datang lagi kapal, jadi kemungkinan hari Minggu BBM sudah normal,” katanya lagi.
Terhadap kelangkaan BBM, Irwan meminta masyarakat Nunukan dan Sebatik untuk tetap bersabar karena kekosongan BBM lebih dikarenakan persoalan teknis. Pemerintah bersama pemilik AMPS sedang berusaha mempercepat kedatangan kapal BBM.
“Kita upayakan secepat mungkin kapal-kapal bisa beroperasi kembali mendatangkan BBM untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
