Jakarta, Satu Indonesia – Wacana mengenai pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD mendapat penolakan oleh salah satu anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Benny Kabur Harman.
Dalam keterangannya, Senin (5/1/2026), Benny menyatakan menolak wacana pengembalian mekanisme Pilkada melalui DPRD sebab langkah tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar dalam demokrasi lokal.
Pilkada tidak langsung justru akan berpotensi mempertahankan masalah klasik seperti tingginya biaya politik, praktik politik uang, hingga lemahnya netralitas aparatur negara.
“Menurut saya, kembali ke Pilkada oleh DPRD itu bukan solusi,” ujar Benny.
Sebagaimana diketahui, wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali muncul. Pemerintah mengeklaim langkah ini sebagai solusi jitu untuk memangkas biaya politik yang besar.
Wacana tersebut kembali bergulir setelah disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto dan didukung sejumlah partai politik pendukung pemerintah.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara terbuka mengusulkan agar pilkada pada pemilu mendatang dilakukan melalui DPRD. Usulan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat perayaan HUT ke-61 Partai Golkar akhir tahun lalu.
Benny yang merupakan politisi Fraksi Partai Demokrat menekankan, akar persoalan Pilkada terletak pada lemahnya regulasi. Karena itu, ia mendorong perbaikan menyeluruh terhadap Undang-Undang Pilkada agar norma hukum lebih jelas dan memiliki daya paksa yang kuat.
“Buat UU Pilkada yang lebih baik. Norma harus jelas dan tegas, dengan sanksi tegas bagi pelanggar,” katanya.
Terkait tingginya ongkos politik, Benny berpandangan negara seharusnya mengambil peran lebih besar dengan membiayai pelaksanaan Pilkada.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas demokrasi atau menghilangkan hak rakyat memilih pemimpin secara langsung.
“Jika tujuan demokrasi adalah kesejahteraan rakyat dan lahirnya pemimpin berkualitas, anggaran tidak boleh jadi alasan untuk mundur dari pemilihan langsung,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan tidak apatis terhadap politik. Karena ia sadar, perjuangan politik seharusnya tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Jangan pernah putus asa berjuang untuk rakyat. Politik itu harus riang gembira,” pungkasnya.

