Kamis, Oktober 22, 2026
No menu items!

Bangga! Tiga Kuliner Samarinda Resmi Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

Jakarta, Satu Indonesia – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia telah resmi menetapkan penetapan tiga karya budaya khas Samarinda sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2025.

Ketiga budaya tersebut, yang merupakan kuliner khas Kota Tepian yang lezat dan populer yaitu Amplang Samarinda, Amparan Tatak, dan Bubur Peca’.

Kolase/Tangkapan Layar

Penetapan ini diumumkan dalam kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Takbenda (AWBTB) Indonesia 2025 yang digelar pada 15 Desember 2025 di Gedung A, Ruang Plasa Insan Berprestasi, Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tepatnya di Gedung A, Jalan Jenderal Sudirman No. 19, Jakarta Pusat.

Kegiatan AWBTB Indonesia 2025 tersebut juga dirangkaikan dengan lokakarya serta pameran berbagai WBTbI.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah menetapkan 514 WBTbI baru, sehingga total warisan budaya takbenda Indonesia kini mencapai 2.727 objek.

Menurutnya, penetapan tersebut bukan sekadar capaian administratif, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian budaya yang berkelanjutan serta mendorong pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan Sertifikat Penetapan WBTbI kepada sejumlah pemerintah daerah, termasuk Provinsi Kalimantan Timur.

Dari 13 WBTbI yang diterima Kaltim pada 2025, Kota Samarinda menjadi satu-satunya perwakilan kota yang berhasil meraih tiga sertifikat penetapan sekaligus, yang mana menjadi prestasi tersendiri bagi Pemkot Samarinda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Barlin Hadi Kesuma mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa prestasi ini sangat bermakna karena selama sembilan tahun terakhir Samarinda belum pernah memperoleh penetapan WBTbI, sejak Sarung Tenun Samarinda ditetapkan pada tahun 2016.

“Proses menuju penetapan ini sangat panjang, mulai dari inventarisasi karya budaya, penyusunan kajian akademik, hingga pembuatan video pendukung. Persiapan sudah dilakukan sekitar satu tahun sebelumnya dengan dukungan komunitas, masyarakat, dan Pemkot Samarinda. Alhamdulillah, tiga usulan kita berhasil ditetapkan, meski satu usulan yakni Kapal Tambangan masih tertunda dan akan kembali diajukan tahun depan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian AWBTB 2025, Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda juga menggelar Pameran Amplang Samarinda dalam Pameran Kuliner Nusantara. Keikutsertaan ini mendapat perhatian khusus dari Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, I Made Dharma Suteja, serta Inspektur Jenderal Kebudayaan, Fryda Lucyana, yang secara langsung mengunjungi booth Samarinda.

Dok. Pemkot Samarinda

Menurut Barlin, pihak kementerian memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Amplang Samarinda. Produk kuliner khas ini dinilai sangat menarik dan menjadi salah satu stan yang paling banyak dikunjungi pengunjung karena cita rasa dan teksturnya yang khas.

Ke depan, Pemkot Samarinda melalui Bidang Kebudayaan berkomitmen untuk secara rutin menambah pencatatan karya budaya lokal di tingkat nasional, sekaligus mendorong karya-karya yang telah berstatus WBTbI, seperti Sarung Tenun Samarinda, agar dapat diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO, sebagaimana batik, kebaya, dan pencak silat.

Prestasi ini menegaskan komitmen Pemkot Samarinda dalam melestarikan, mengembangkan, dan mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai identitas daerah yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.

TERPOPULER

TERKINI

Pemkab PPU dan Universitas Fajar Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM

Makassar, Satu Indonesia - Jum'at (16/10/2026), Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperpanjang nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama dengan Universitas Fajar (Unifa)...