Satu Indonesia, Penajam – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf mendorong rencana pembangunan jembatan di kawasan Sungai Riko, Kecamatan Penajam masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).
Hal ini sejalan dengan keinginan Bupati PPU, Mudyat Noor yang menegaskan bahwa wilayahnya harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, mengingat kini posisinya sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Bapak Bupati sempat menyampaikan bahwa bagaimana daerah PPU ini dapat menjadi kawasan PSN,” ucap Andi Muhammad Yusuf.
Selain itu, rencana pembangunan infrastruktur strategis diharapkan masuk PSN juga bertujuan agar pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah pusat.
Mengingat biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp1 triliun, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU 2026 hanya bekisar Rp1,48 triliun yang akan digunakan untuk sektor-sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Andi Yusuf menyatakan bahwa kehadiran jembatan Sungai Riko sangat penting bagi masyarakat PPU karena akan menjadi akses pendekat untuk wilayah Kelurahan Gersik, Buluminung dan sekitarnya.
Terlebih, waktu dan jarak tempuh masyarakat yang hendak menuju Balikpapan akan lebih singkat apabila menggunakan infrastruktur tersebut.
“Kalau dari Penajam menuju Balikpapan itu tidak akan memakan waktu hingga satu jam, mungkin sekitar 20 menit sudah sampai ke Jembatan Pulau Balang,” jelas Andi Yusuf.
Ia berharap rencana pembangunan jembatan Sungai Riko dapat segera direalisasikan untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di PPU serta IKN.
“Kita memohon PPU mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, apalagi satu kecamatan kita (Sepaku) akan diambilalih oleh OIKN (sebagai daerah otonom). Jadi semoga rencana pembangunan itu dapat segera terwujud,” pungkasnya.(ADV/DPRD PPU)

