Minggu, Mei 3, 2026
No menu items!

Program Anti-Bullying dan Penambahan Guru Masuk Agenda Prioritas Disdik Balikpapan 2026

Satu Indonesia, Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menegaskan komitmennya memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui dua fokus utama: pencegahan bullying dan pemenuhan kebutuhan guru. Agenda tersebut disampaikan Kepala Disdik Balikpapan, Irfan Taufik, pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 di BSCC Dome, Selasa (25/11/2025).

Merespons masih munculnya kasus perundungan di beberapa wilayah, Disdik menyiapkan pendekatan penguatan relasi antarsiswa. Irfan menyebut program yang kini tengah disiapkan bertujuan menumbuhkan rasa saling peduli dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
“Saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sedang melakukan kajian. Pada tanggal 29 kita akan melaksanakan Jalan Pagi Bersama dengan tema ‘Teman Adalah Sahabat’,” ujarnya.

Ia menegaskan pendekatan tersebut berupaya mengembalikan makna pertemanan sebagai ruang saling menjaga. “Ini dalam rangka meningkatkan rasa bahwa pertemanan itu adalah persahabatan yang harus saling menjaga sehingga persoalan bullying bisa kita hilangkan,” terangnya.

Untuk memperkuat interaksi positif, Disdik juga meminta sekolah memperbanyak kegiatan belajar di luar kelas. “Di sekolah-sekolah secara masif kita sampaikan supaya kegiatan-kegiatannya lebih banyak dilakukan di luar kelas dengan fasilitas pembelajaran yang sudah disiapkan,” tuturnya.

Irfan menyebut angka perundungan di Balikpapan saat ini tergolong rendah. “Alhamdulillah sampai hari ini, sejak terakhir kasus di SMP 13 Balikpapan Timur, tidak ada laporan lagi,” ungkapnya.

Selain membenahi aspek non-akademis, Disdik juga memperluas akses pendidikan. Pembangunan SD 022 Balikpapan Timur tengah berjalan dan pada 2026 pemerintah kembali menambah satu SMP di kawasan Grand City.

Namun kebutuhan guru masih menjadi tantangan besar. Dengan total sekitar 13.000 guru, Balikpapan dinilai belum mencapai rasio ideal, terutama di tingkat SD. “Yang paling banyak kurang itu SD,” tegas Irfan.

Kebutuhan guru diperkirakan mencapai 600 hingga 1.000 orang, namun alokasi anggaran baru memungkinkan rekrutmen sekitar 600 formasi. “Idealnya tambahan kurang lebih 600 sampai 1.000 guru, tapi kemampuan keuangan kita masih di angka 600,” jelasnya.

Rekrutmen 2026, lanjut Irfan, akan mencontoh skema yang telah diterapkan daerah lain. “Konsep ini sudah dilakukan beberapa daerah seperti DKI dan Makassar. Kita adopsi dan berlakukan untuk 2026, supaya kekurangan guru kita bisa dikurangi,” katanya.

Mengenai kedisiplinan guru, Irfan menegaskan izin tetap diberikan secara proporsional. “Kalau izin dengan alasan yang masuk akal ya kita kasih. Tapi kalau keseringan, ya tidak juga. Ada batasnya,” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI