Minggu, Februari 1, 2026
No menu items!

Desember Tuntas, Prabowo Bakal Resmikan Proyek Energi Raksasa RDMP Balikpapan

Balikpapan, Satu Indonesia – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan kini memasuki fase penyelesaian.

Pemerintah menyatakan seluruh fasilitas utama dalam tahap pengecekan akhir sebelum memasuki operasi penuh.

Kesiapan ini dinyatakan Wakil Menteri BUMN Yuliot Tanjung saat melakukan kunjungan lapangan ke RDMP Balikpapan pada Rabu (19/11/2025).

Dampingi Dirjen ESDM Laode Sulaeman serta Staf Khusus Menteri Azhar Lubis bersama jajaran Komisaris dan Direksi dari PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional, serta PT Kilang Pertamina Balikpapan, rombongan meninjau area produksi dan fasilitas penunjang yang menjadi bagian dari modernisasi kilang terbesar di Indonesia tersebut.

Salah satu titik strategis yang mendapat perhatian adalah fasilitas oil storage berkapasitas 2 juta kiloliter penambahan terbesar yang pernah dibangun di Tanah Air.

“Sebagian fasilitas sudah memasuki tahap commissioning. Kita memastikan semuanya siap menuju operasi,” ujar Yuliot.

Prabowo resmikan pertengahan Desember 2025

Pemerintah menargetkan peresmian RDMP Balikpapan akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan Desember 2025. Penetapan tanggal resmi menunggu finalisasi protokol istana.

Wakil Menteri BUMN Yuliot Tanjung saat bersama rombongan didampingi Komisaris dan Direksi dari PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional, serta PT Kilang Pertamina Balikpapan usai mengunjungi RDMP Kilang Pertamina Balikpapan, Rabu (19/11/2025) | Satu Indonesia/Istimewa-HO.

“Kita dorong tetap on schedule. Kalau sudah maju, tidak boleh mundur lagi,” tegas Yuliot.

Nilai investasi mencapai USD 7,4 Miliar

Dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun, RDMP Balikpapan menjadi salah satu proyek strategis terbesar BUMN. Proyek ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Kilang yang telah ditingkatkan kapasitasnya ini ditargetkan mampu menghasilkan 360 ribu barel BBM per hari, setara 22–25% kebutuhan nasional.

Minyak domestik jadi prioritas

Pemerintah menegaskan bahan baku minyak mentah akan mengutamakan pasokan dalam negeri. Impor hanya dilakukan bila pasokan domestik belum mencukupi.

Kapasitas penyimpanan raksasa 2 juta kiloliter disiapkan untuk mengamankan kebutuhan produksi sekaligus mendukung fleksibilitas pasokan.

Peningkatan kapasitas kilang diperkirakan akan menurunkan impor BBM nasional hingga 10–15 persen.

Kilang hijau produksi Petrokimia Premium

RDMP Balikpapan dirancang sebagai green refinery yang mampu mengolah residu rendah menjadi produk petrokimia bernilai tinggi seperti propilena dan etilena—dua komoditas yang selama ini banyak diimpor Indonesia.

“Kita ingin tidak ada residu terbuang. Semua harus menjadi produk bernilai tambah,” ujar Yuliot.

Tahap akhir proyek kini menyisakan sekitar 1–2% pekerjaan teknis. Tim komersialisasi tengah memastikan seluruh unit siap penuh menjelang peresmian.

Menjadi salah satu kilang terbesar ASEAN

Yuliot menegaskan RDMP Balikpapan merupakan kilang terbesar di Indonesia dan diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN.

Dengan nilai investasi masif, teknologi modern, dan peran strategisnya bagi ketahanan energi, pemerintah menilai peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi simbol penting komitmen negara terhadap kemandirian energi nasional.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI

Rahasia Menjadi Pribadi yang Optimis

Samarinda, Satu Indonesia – Optimis merupakan sikap berpikir positif yang ditunjukkan seseorang saat menghadapi berbagai aspek kehidupan. Orang yang memiliki sikap optimis memiliki pikiran yang baik...