Balikpapan, Satu Indonesia – Peristiwa tewasnya enam anak di sebuah kubangan air besar yang terletak di Jalan PDAM, RT 37. Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, pada Senin (17/11/2025) petang mengguncang warga setempat.
Tragedi yang memilukan ini lantas membuka mata publik mengenai minimnya pengawasan terhadap area berbahaya di lingkungan permukiman.
Dalam keterangannya pada Selasa (18/11/2025).Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo,MM angkat bicara, ia menegaskan bahwa lokasi insiden tersebut bukan merupakan bagian dari proyek pengembangan perusahaan besar di sekitar kawasan itu.
Kubangan itu diketahui berada di atas lahan kavling milik warga dan terbentuk akibat kondisi tanah yang lebih rendah dari area sekitarnya, sehingga air hujan terus menggenang selama bertahun-tahun tanpa saluran pembuangan.

“Pemerintah kota menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Kami meminta para orangtua meningkatkan kewaspadaan, terlebih ketika anak-anak bermain di luar rumah,” ujar Bagus.
Menurut penjelasan yang diterimanya, kubangan air itu terbentuk secara alami dan tidak pernah direncanakan sebagai kolam. Warga bahkan kerap memanfaatkan area tersebut untuk memancing karena air tidak pernah surut.
Bagus juga mengungkapkan bahwa BPBD Balikpapan telah diminta berkoordinasi dengan pemilik lahan untuk memasang pagar sementara serta tanda peringatan tambahan guna mencegah warga mendekat. Meski bukan bagian dari proyek Sinar Mas, petugas keamanan perusahaan tersebut disebut turut mengawasi area sekitar karena lokasinya berdekatan dengan wilayah pengembangan.
“Pengawasan memang dilakukan, namun bisa saja saat kejadian para petugas sedang berganti shift,” jelasnya.
Wakil Wali Kota menekankan pentingnya pemasangan pengamanan di titik-titik berisiko seperti bozem, bendali, dan area cekungan lainnya. Ia meminta jajaran camat, lurah, dan RT untuk melakukan pemetaan lokasi rawan dan memastikan pengawasan berjalan optimal.
“Ini musibah yang tidak boleh terulang. Semua pihak harus mengambil pelajaran,” tandasnya.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Basarnas Balikpapan diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Setelah proses pencarian, keenam anak yang hilang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Mereka terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Identitas korban adalah Ade (L/6), Faiz (L/7), Afa (P/9), Fais (L/10), Tika (P/8) dan Zaira (P/5).
(MH/HL)

