Samarinda, Satu Indonesia – Yurni Handayani, sosok pendidik muda dari kota Samarinda, mencuri perhatian lewat kiprahnya yang membanggakan.
Yurni yang juga seorang penggerak sosial asal Kelurahan Sidodadi ini berhasil meraih Ensia Award 2025 untuk kategori Pengurangan Kesenjangan.
Ensia (Environmental and Socio-Economic) Awards 2025 yang diusung PT SUCOFINDO merupakan barometer nasional bagi mereka yang mampu mengintegrasikan inovasi lingkungan dan sosial ke dalam strategi bisnis.
Tahun ini, sebanyak 178 pelaku usaha dan 56 local hero menerima apresiasi atas inovasi sosial dan lingkungan yang mereka hadirkan.
Sepak terjang Yurni Handayani di dunia pendidikan membuahkan lahirnya Pendikresa (Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak), sebuah program inovatif yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kreativitas anak-anak di wilayah padat penduduk.
Dengan didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Samarinda, menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan ketulusan hati.
Melalui Pendikresa, Yurni menciptakan ruang belajar inklusif yang tidak hanya menyediakan bimbingan akademik, pelatihan minat dan bakat, serta edukasi lingkungan berbasis daur ulang, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya rasa percaya diri, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hingga saat ini, program Pendikresa terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 70 anak telah mengikuti program bimbingan belajar gratis, sementara 250 anak lainnya aktif dalam kelas pengembangan minat dan bakat.
Di bidang pendidikan agama, 70 anak belajar secara rutin di TPQ Rumah Cakrawala. Selain itu Pendikresa juga membuka akses pendidikan kesetaraan bagi 44 warga yang sebelumnya putus sekolah.
Hadirnya relawan 35 pemuda lokal yang terlibat aktif semakin menyuburkan semangat gotong royong dalam program ini.
Di sisi lain, upaya edukasi lingkungan pun tak kalah penting. Kini Program Pendikresa berhasil menciptakan 10 produk daur ulang yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi bagi masyarakat.
Pada Kamis (18/9/2025), Yurni mengutarakan rasa bangga sekaligus haru. Ia juga menyatakan penghargaan ini adalah milik semua orang yang terlibat.
“Saya hanya menjadi mata, telinga, dan hati dari lingkungan tempat saya tinggal. Pendikresa bukan tentang saya, tapi tentang anak-anak yang kini lebih percaya diri, keluarga yang lebih peduli pendidikan, dan lingkungan yang lebih bersih. Terima kasih kepada Pertamina dan semua pihak yang telah mendukung sejak awal,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Keberhasilan Yurni mendapat sambutan hangat dari Isya, Fuel Terminal Manager Samarinda.
“Apa yang dicapai Yurni adalah cerminan nyata bahwa energi kebaikan bisa menggerakkan perubahan. Pertamina terus berkomitmen untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat, serta mendukung lahirnya local hero seperti Yurni,” ujar Isya.
Tak bisa dipungkiri, kesuksesan Pendikresa lahir dari kolaborasi yang kuat. Mulai dari Dinas Pendidikan, Kelurahan Sidodadi, Forum Komunikasi Pemuda, ibu-ibu pengajian, paguyuban orang tua, hingga warga sekitar—semuanya berkontribusi menjadikan program ini bukan hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan menginspirasi daerah lain.
Selain mengantarkan Yurni sebagai Local Hero Ensia Award 2025, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Samarinda juga meraih dua penghargaan lainnya dalam ajang yang sama, yakni kategori Inovasi Sosial (Silver) dan Inovasi Lingkungan (Silver).
Capaian ini menjadi bukti bahwa komitmen Pertamina tidak hanya pada penyediaan energi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan lingkungan.
