Jumat, April 24, 2026
No menu items!

Asteroid Raksasa Menuju Bumi di 2032! Ini Prediksinya

Jakarta, Satu Indonesia – Para ilmuwan memprediksi akan adanya sebuah asteroid yang akan menghantam planet kita di masa depan. Asteroid ini digadang-gadang bisa meratakan sebuah kota jika menabrak Bumi.

Diprediksi menghantam Bumi pada 2032 nanti, asteroid ini memiliki peluang tersebut cukup tinggi dibandingkan kasus asteroid lain yaitu dengan peluang tumbukan 3,1 persen.

Komunitas astronomi global memantau situasi ini dengan intens dan seksama menggunakan Teleskop Antariksa James Webb (JWST).

Asteroid yang diberi nama 2024 YR4 ini pertama kali terdeteksi pada tanggal 27 Desember tahun lalu oleh El Sauce Observatory di Chili.

Berdasarkan penelitian para astronom memperkirakan ukurannya antara 40-90 meter. Analisis tanda cahayanya menunjukkan bahwa ia memiliki komposisi yang cukup khas, dan bukan merupakan asteroid yang kaya akan logam.

International Asteroid Warning Network (IAWN), sebuah kolaborasi pertahanan planet di seluruh dunia, mengeluarkan memo peringatan pada 29 Januari setelah probabilitas tumbukannya melewati satu persen. Sejak saat itu, angkanya berfluktuasi tapi terus meningkat.

Dikutip dari Science Alert, perhitungan terbaru NASA memperkirakan probabilitas dampak sebesar 3,1 persen, dengan potensi tumbukan ke Bumi pada 22 Desember 2032.

Artinya, peluang tumbukan terjadi adalah satu banding 32 yang kurang lebih sama dengan menebak dengan benar hasil dari lima lemparan koin secara berurutan.

Dilansir Daily Mail, beberapa negara yang berpotensi terdampak YR4 2024 membentang dari Pasifik timur, Amerika Selatan bagian utara, Atlantik, Afrika, Jazirah Arab, dan Asia Selatan.

Meski demikian, 2024 YR4 bisa saja memasuki atmosfer Bumi tapi meledak di udara dalam proses yang dikenal sebagai “air burst”, seperti yang terjadi pada asteroid Tunguska pada tahun 1908. Alhasil, tidak ada dampak signifikan dari asteroid tersebut.

Terakhir kali asteroid berukuran lebih dari 30 meter menimbulkan risiko yang signifikan adalah Apophis pada tahun 2004, ketika asteroid ini sempat memiliki peluang 2,7 persen untuk menghantam Bumi pada tahun 2029 – sebuah kemungkinan yang kemudian dikesampingkan oleh pengamatan tambahan.

Melampaui ambang batas tersebut merupakan hal yang “bersejarah”, kata Richard Moissl, kepala kantor pertahanan planet Badan Antariksa Eropa (ESA), yang menempatkan risikonya sedikit lebih rendah, yaitu 2,8 persen.

TERPOPULER

TERKINI