Rabu, Juli 22, 2026
No menu items!

600 Personel Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Kodam VI/Mlw Diperkuat Tim Medis hingga Psikolog

Balikpapan, Satu Indonesia – Kodam VI Mulawarman melaksanakan Apel Gelar Pasukan Batalyon Komposit Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Tahun Anggaran 2025 pada Senin (14/4/2025).

Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha sebagai Inspektur Upacara, didampingi Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro memimpin langsung apel yang berlangsung di Lapangan Kompi A Yonzipur 17/Ananta Dharma, Balikpapan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan bahwa pembentukan PRCPB merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kasad Nomor STR/90/2025 tanggal 11 Februari 2025, tentang perintah pembentukan Batalyon Komposit PRCPB di tiap kodam.

PRCPB Kodam VI/Mulawarman ini terdiri dari Yonzipur 17/Ananta Dharma sebagai satuan inti, diperkuat oleh Yonif 600/Modang, Yonkav 13/Satya Lembuswana, Kikav 13/Macan Tutul Cakti, serta dukungan unsur kesehatan, perbekalan, komunikasi, dan hukum.

“Pasukan ini dirancang untuk mampu bergerak cepat, efektif dan efisien dalam merespon bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, karhutla hingga tsunami. PRCPB Kodam VI/Mulawarman akan disiagakan selama enam bulan penuh dengan kemampuan operasional 24 jam,” jelas Pangdam.

Upaya pengurangan risiko bencana, ditegaskannya, harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan.

“Seluruh unsur komando wilayah dan stafnya saya perintahkan untuk menyelenggarakan operasi bantuan kepada pemerintah daerah secara profesional dan proporsional,” tambahnya.

Diketahui, komposisi pasukan PRCPB ini terdiri atas tiga kompi lapangan, satu kompi zeni, dan satu kompi pendukung. Nantinya, kompi pendukung ini diperkuat oleh tim medis, psikolog, logistik, dan peralatan dari satuan-satuan terkait seperti PKN. Total personel yang dikerahkan mencapai 600 orang.

Pangdam juga mengingatkan bahwa wilayah Kalimantan memiliki potensi tinggi terhadap karhutla, terutama pada musim kemarau akibat banyaknya lahan gambut. Untuk itu, satuan PRCPB telah dilengkapi dengan peralatan penanganan karhutla dan sistem pemantauan digital yang terkoneksi 24 jam.

TERPOPULER

TERKINI