Minggu, Juni 21, 2026
No menu items!

Gubernur Terima Kunjungan Pangdam VI/Mlw Bahas Soal Jalan Kaltim-Kaltara dan Pos Lintas Batas Negara

Samarinda, Satu Indonesia – Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur Seno Aji menerima kunjungan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha didampingi Komandan Resort Militer (Danrem) 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul dan pejabat utama Kodam VI Mulawarman.

Dalam keterangannya, Gubernur Harum menyampaikan berbagai program pembangunan Pemerintah Provinsi Kaltim yang harus disinergikan dengan jajaran TNI, terutama pembangunan infrastruktur aksesibilitas antar wilayah di Benua Etam.

“Sampai hari ini kita dihadapkan pada masalah akses jalan. Itu baru kejadian akses jalan putus antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” kata Gubernur, di Ruang Rapat Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Senin (14/4/2025).

Akses tersebut diakuinya sudah bisa tertangani, namun demikian masih banyak akses antar wilayah lainnya di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang harus dibenahi. Termasuk kecamatan-kecamatan yang berada dibatas wilayah (perbatasan) dengan negara tetangga (Malaysia), seperti Kecamatan Long Bagun dan Kecamatan Long Nawang.

Bahkan, lanjut Rudy, saat ini kondisi akses jalan dari Kecamatan Long Bagun ke Kecamatan Long Nawang tidak bisa dilewati.

“Selain jalannya kita bangun, juga kita bangun PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Indonesia – Malaysia di Mahulu,” tambahnya.

Atas rencana itu, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menegaskan dukungan dan kesiapannya agar dapat segera terwujud.

Rachmad Nugraha menjelaskan bahwa di perbatasan RI-Malaysia dibagi dua, yaitu 1.038 Km meliputi Kaltim-Kaltara menjadi tanggung jawab Kodam Mulawarman. Dimana terdiri dari 12.502 patok batas dengan 700 personil Pamtas.

Diketahui, kedepannya Pemerintah Provinsi Kaltara akan membangun jalur jalan dari Malinau ke Long Nawang (Mahulu), sedangkan Pemprov Kaltim membangun jalan dari Long Bagun ke Long Nawang (Mahulu).

“Kalau ini sudah terwujud. Pos Pamtas akan kita geser ke Long Nawang dan Mahulu benar-benar menjadi wilayah strategis nasional,” ungkap Pangadam.

Selain itu, lanjut Pandam, heli dan distribusi pusat logistik Pamtas (Puskodal Perbatasan) ditempatkan di Long Nawang, sehingga logistik dari Samarinda mudah didistribusikan.

“Kami sangat apresiasi rencana kerja Mabes. Kami sangat mendukung dan ini semua demi pertahanan nasional. Demi kedaulatan bangsa,” ucap Gubernur memungkasi.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI