Samarinda, Satu Indonesia – Dalam rangka memajukan perekonomian lokal, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur periode 2025-2030, Hj. Sarifah Suraidah Rudy, menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengangan (UMKM) di Benua Etam.
Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing UMKM lokal, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025) lalu, Sarifah Suraidah Rudy menyatakan bahwa sektor UMKM harus maju demi memperkuat ekonomi lokal, utamanya penjual dan pemproduksi batik Kaltim.
“Memajukan sektor UMKM harus dilakukan untuk memperkuat ekonomi lokal,” ucapnya.
Wanita kelahiran 1 Januari ini memang diketahui memberikan perhatian khusus pada mereka yang menjual dan memproduksi batik Kaltim. Bunda Harum, sapaan akrabnya, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan batik sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan.
“Batik Kaltim bukan hanya sekadar produk seni, tetapi juga sebuah simbol kebanggaan daerah yang kaya akan tradisi dan budaya. Batik Kaltim memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian UMKM di Kaltim,” ujarnya, dikutip Jum’at (4/4/2025).
Batik Kaltim yang memiliki motif khas dan nilai budaya yang tinggi ini kata Bunda Harum, sangat layak untuk dipromosikan ke seluruh Indonesia dan dunia. Salah satu cara untuk memperkenalkan batik ini adalah dengan melibatkan seluruh pihak, baik itu UMKM, Forkopimda dan lainnya.
Untuk dapat memperkuat posisi batik Kaltim di pasar lokal maupun internasional. Bunda Harum meminta dukungan kolaborasi kepada Natasha Endar Priantoro, selaku istri Kapolda Kaltim, serta istri Pangdam VI Mulawarman, Yulie Rudy Rachmat Nugraha.
“Karena istri Gubernur, Kapolda dan Pangdam juga berperan dalam membangun Kaltim menuju generasi emas,” jelasnya.
Bunda Harum juga menekankan bahwa upaya ini bukan hanya untuk memajukan batik Kaltim, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM, terutama yang terlibat dalam proses produksi batik.
“Mari bangkitkan semangat UMKM dengan cara mempromosikan dan memperkenalkan produk lokal kita, terutama Batik Kaltim, yang dapat menjadi kebanggaan kita semua,” ajak bunda Harum.
Diharapkan Batik Kaltim dapat menjadi salah satu ikon produk unggulan Kalimantan Timur yang mampu bersaing di kancah internasional. Selain itu, Batik Kaltim juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Borneo, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat setempat.

