Paser, Satu Indonesia – Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli secara langsung meresmikan Pendopo ‘Lou Bepekat’ di Jalan Kusuma Bangsa, Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Jum’at (14/3/2025).
Saat meresmikan, Bupati didampingi istri yang juga Wakil Ketua 2 Komite IV DPD RI, Sinta Rosma Yenti, Wakil Bupati Paser, H. Ikhwan Antasari, Forkopimda dan Pimpinan Kideco Jaya Agung M. Kurnia Ariawan dan disaksikan oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masyarakat maupun rekan-rekan media.
Dalam sambutannya, Bupati Paser menyampaikan bahwa pendopo ini dibangun sebagai mahakarya yang representatif menggantikan pendopo lama.
“Pembangunan kembali pendopo ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Paser untuk terus membangun dan meningkatkan fasilitas publik, selain pembangunan infrastruktur perhubungan, telekomunikasi, dan peningkatan pelayanan dasar,” kata Bupati Paser saat peresmian Pendopo Lou Bepekat yang dirangkai dengan penandatanganan prasasti, room tour dan wawancara.
Peresmian pendopo ini, lanjut Fahmi, menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Paser menuju Paser Tuntas, “Yaitu masyarakat Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Asnawi dalam paparan laporannya mengatakan, bahwa selama satu tahun belakang, pembangunan pendopo menimbulkan berbagai pro dan kontra di tengah masyarakat.

“Tahun lalu, pembangunan pendopo ini mendapatkan pro kontra, hari ini saya jelaskan tentang arsitektur pendopo yang menganut klasik modern dimana bentuk segitiga merupakan bentuk tameng yang ditancapkan kebumi sebagai lambang filosofi pertahanan dari Kabupaten Paser,” ungkap Kadis PUTR.
Kendati demikian, lanjut Asnawi, pendopo ini diharapkan akan berfungsi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.
Sejarah Pendopo Bupati Paser dan Pembangunan Kembali dengan Anggaran Lebih Rp60 miliar
Pendopo Bupati Paser kali pertama dibangun pada tahun 1980-an, di masa jabatan Bupati Drs. Badarani Abbas.
Sejak pertama kali dibangun, Pendopo Bupati Paser yang diberi nama ‘Lou Bepekat’ belum pernah dilakukan pemugaran secara keseluruhan.
Pendopo bupati diketahui merupakan bangunan yang digunakan sebagai kediaman bupati dan pusat pemerintahan. Pendopo bupati juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan resmi, rapat penting, dan acara adat.
Maka dari itu, dalam rangka peningkatan fungsi, pendopo yang dimaknai sebagai ‘Rumah Pemersatu’ di Bumi Daya Taka ini mulai dilakukan pemugaran awal yaitu pemugaran konstruksi dasar pada tahun 2023 dengan anggaran lebih Rp23,9 miliar.
Lalu pada Tahun 2024, dilakukan pemugaran lanjutan yaitu arsitektur arena landscape serta parkiran sebesar Rp24,1 miliar lebih. Selanjutnya, penambahan interior senilai Rp14 miliar lebih.
Bangunan pendopo yang baru ini memiliki berbagai fasilitas modern yang diklaim dapat membuat orang yang berada didalamnya merasa nyaman di gedung seluas 4.080 m². Dimana pada lantai satu luasnya 1.200 m², lantai dua 1.200 m², Hall 1.200 m² dan basemen 480 m².
Pendopo Bupati Paser ini didesign apik dengan multifungsi dari berbagai teknologi canggih, yaitu resepsionis, ruang tunggu, tiga buah toilet umum, dua kamar tamu VIP, ruang pertemuan, ruang asisten, mushala, tempat wudhu, kitchen sink, ruang ajudan bupati, ruang bupati, dan janitor, hall, basement, ruang gym, pantry, fasilitas pendukung, rumah genzet, rumah pompa dan gwt.
Sementara untuk di lantai dua dilengkapi pantry bar, ruang makan, loby, ruang display dan roof top.
Redaksi

