Minggu, Mei 3, 2026
No menu items!

Bangun Kombinasi “Giant Sea Wall” dan “Giant Mangrove Wall” untuk Jakarta, Pramono: Suka Tidak Suka, Jakarta Butuh Mangrove

Jakarta, Satu Indonesia – Gubernur terpilih Jakarta Pramono Anung menanam pohon mangrove  di Hutan Lindung Angke, Kapuk, Jakarta Utara pada hari ini, Rabu (5/2/2025).  

Selain Pramono, Wali Kota Jakarta Utara Ahli Maulana Hakim, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Bayu Meghantara, anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth, serta beberapa jajaran lainnya ikut serta dalam kegiatan menanam pohon mangrove ini.

Dalam kesempatan itu Pramono juga mengatakan pihaknya berencana membangun Giant Mangrove Wall di pesisir utara Jakarta guna menghalau banjir rob, melindungi dari abrasi dan penurunan permukaan tanah yang terus terjadi hingga saat ini.

Politikus PDIP itu menjelaskan, proyek ini merupakan pengembangan dari konsep Giant Sea Wall yang sebelumnya telah dirancang bersama pemerintah pusat.

Saat ini pemerintah pusat bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta sedang membangun tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) sepanjang 11,2 kilometer yang nantinya akan dikombinasikan dengan hutan mangrove yang disebut “Giant Mangrove Wall.”

“Saya serius untuk lebih mengembangkan Giant Sea Wall-nya tetap, tapi di atasnya ada mangrove. Maka saya menyebutnya menjadi Giant Mangrove Wall. Kenapa itu harus dilakukan? Karena memang, mau tidak mau, suka tidak suka, kita yang membutuhkan mangrove,” ujar Pramono, dilansir dari DetikNews, Rabu (5/2/2025).

Giant Mangrove Wall ini diharapkan dapat memberikan kontribusi jangka panjang untuk Jakarta.

Penanaman mangrove di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Penjaringan ini sendiri ditargetkan sebanyak 5.000 batang. Kawasan hutan lindung seluas 200 hektare ini diharapkan dapat dirawat dengan baik karena akan menjadi pelindung serta penyangga Jakarta dari abrasi, proses penurunan permukaan dan sebagainya.

Hasil survei dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menyebutkan bahwa tanaman mangrove dalam 30 tahun ini sudah mengalami penurunan atau hilang lebih dari 50 persen termasuk di Jakarta.

“Ini persoalan serius yang harus segera ditindaklanjuti. Mangrove memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan dampak positif bagi Jakarta,” tambah Pramono.

Dan sebagai bagian dari kebijakan lingkungan Jakarta ke depan, Pramono akan menginstruksikan dinas terkait serta Wali Kota Jakarta Utara untuk terus merawat dan memperluas area mangrove di pesisir Jakarta.

“Maka kegiatan seperti ini, jangan kegiatan yang hanya sekadar formalitas. Mudah-mudahan nanti, Pak Kepala Dinas, yang seperti ini kita lanjutkan, dan saya yakin ini akan memberi dampak yang positif bagi Jakarta,” imbuh Pramono.




TERPOPULER

TERKINI