Samarinda, Satu Indonesia – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengaku memiliki cita-cita ingin memetakan 841 desa yang ada di wilayah Provinsi Kaltim. Akan tetapi waktunya hanya satu tahun lebih.
Cita-cita tersebut lantas mendapat aplaus dari seluruh undangan acara Deklarasi Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kaltim, di Pendopo Odah Etam Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (3/12/2024).
“Andaikan saya dua tahun disini sebagai Penjabat Gubernur Kaltim, saya akan selesaikan semua pemetaan desa di Kaltim,” tegas Akmal Malik, dikutip Jum’at (6/12/2024).
Menurutnya, dengan adanya pemetaan desa atau data desa presisi, pemerintah daerah bisa mengalokasikan anggaran pembangunan dengan tepat sasaran, dengan begitu anggaran yang ada bisa dimaksimalkan.
“Selain itu, dengan data desa presisi tentu sangat membantu pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan, merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi pembangunan, serta dapat meningkatkan paritisipasi masyarakat dalam pembangunan,” tambah Pj Gubernur.
Saat ini, lanjut Akmal sudah dua kabupaten yang telah dibuatkan data desa presisinya, yaitu Panajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Di Kabupaten PPU ada 40 desa kita petakan, dan Kutai Kartanegara sudah 114 desa, yang rencanaya lebih dua ratus desa yang ingin kita petakan, sekarang ini sedang dipersiapkan,” ujarnya.
Dirinya juga menyebut bahwa dalam menyelesaikan suatu permasalahan harus punya peta yang riil, harus punya data yang kuat, sehingga dengan adanya itu dana yang terbatas bisa dimaksimalkan dan tepat sasaran.
“Kalau dana terbatas, sumber daya terbatas dan fasilitas terbatas, sementara permasalahan yang dihadapi banyak sekali, maka yang harus kita lakukan adalah menentukan skala prioritas,” tegas Dirjen Otda Kemendagri ini.
Ditambahkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak banyak faktor, baik itu sebagai pelaku ataupun korban, bisa terjadi karena rendahnya pendidikan bahkan tidak pernah bersekolah, rendahnya pendapatan keluarga termasuk pengaruh lingkungan dan faktor lainnya.
Redaksi

