Selasa, Mei 5, 2026
No menu items!

Atlet Badminton Asal China Meninggal Saat Bertanding di BAJC 2024, Ini Penjelasan PBSI!

satuindonesia.co.id, Jakarta – Atlet badminton asal China, Zhang Zhi Jie meninggal usai bermain di BNI Badminton Asia Junior Championships 2024, pada Minggu (30/6/2024).

Kepala Bidang Humas PBSI Broto Happy mengungkapkan bahwa Zhang Zhie Jie pingsan ketika melakoni pertandingan babak penyisihan Grup D  melawan atlet badminton asal Jepang Kazuma Kawamo di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

“Zhang Zie Jie tiba-tiba colaps dalam pertandingan melawan Kazuma Kawamo dari Jepang di pertandingan terakhir penyisihan grup BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 di GOR Amongrogo, Minggu, 30 Juni,” ungkap Broto, dilansir dari Antaranews.

Setelah mendapatkan panggilan dari referee, lanjutnya, tim medis serta dokter Turnamen segera menghampiri Zhang Zhie Jie yang sudah pingsan dilapangan.

Broto menjelaskan bahwa ini merupakan regulasi sesuai SOP dan guideline yang berlaku di setiap turnamen badminton internasional dari BWF dan Badminton Asia.

Setelah memasuki Lapangan, tim medis langsung lakukan pemeriksaan serta pertolongan pertama sesuai dengan prosedurnya.

Kemudian setelah dilakukan pertolongan pertama, dokter Turnamen memutuskan untuk membawa Zhang Zie Jie ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr.S.Hardjolukito yang berjarak 4,7 km dengan waktu tempuh 10 menit.

“Kemudian, hanya memerlukan waktu satu menit 20 detik pada saat dokter pertama kali masuk lapangan, sehingga memutuskan untuk segera dibawa pakai ambulans ke rumah sakit,” tuturnya.

Menurutnya, RSPAU Dr.S.Hardjolukito dipilih atas rekomendasi dari Badminton Asia karena memiliki jarak dan fasilitas yang tersedia.

Setelah sampai di RSPAU Dr.S.Hardjolukito, korban langsung dilarikan ke UGD dan dilakukan assessment. Lalu, ditemukan tidak ada napas spontan dan tidak ada nadi, maka dari itu dilakukan prosedur pertolongan medis, yaitu pijat jantung luar.

Selama tiga jam korban diberi prosedur pijat jantung luar serta diberi alat bantu napas. Namun korban tetap tidak menunjukkan respon sirkulasi spontan, kemudian mulai timbul tanda kematian sekunder.

“Tim medis telah menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 20.50 WIB kepada pihak official team dari China,” ucap Broto.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa pihak official dari China meminta agar korban dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Sardjito untuk memungkinkan dilakukan tata laksana lebih lanjut.

Broto mengungkapkan bahwa korban dalam kondisi tidak ada nadi, tidak ada napas dan disertai tanda kematian sekunder saat tiba di UGD RSUP Dr. Sardjito.

Selanjutnya, korban tetap diberi Tindakan resusitasi jantung dan paru selama satu setengah jam. Namun, tetap tida ada respon sirkulasi spontan. Maka dari itu, tata laksana penanganan lebih lanjut tidak dilakukan.

Kemudian, diberikan penjelasan kepada official dari China terkait kondisi korban. Setelah itu, pada pukul 23.20 WIB dihentikan tindakan pijat jantung luar.

“Dengan demikian, kesimpulan pemeriksaan dan penanganan korban baik di RSPAU Dr. S. Hardjolukito, maupun RSUP Dr. Sardjito menunjukkan hasil yang sama, yaitu korban mengalami henti jantung mendadak,” jelas Broto.

Mengenai pengembalian jenazah ke negaranya, Broto mengungkapkan akan menjadi tanggung jawab penuh PBSI.

“Tetapi yang pasti proses pengembalian jenazah ke negara asal akan kami tanggung penuh dan kawal hingga selesai,” paparnya.

TERPOPULER

TERKINI

Inflasi Balikpapan dan PPU Melandai, BI Optimistis Tetap Terkendali

Balikpapan, Satu Indonesia — Perkembangan inflasi di Kota dan Kabupaten (PPU) pada April 2026 menunjukkan tren melandai. Kondisi ini didukung oleh normalisasi permintaan masyarakat...