Kamis, April 23, 2026
No menu items!

AHY Pastikan Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang Clean and Clear

satuindonesia.co.id, Bolaang Mongondow Selatan – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), pada Minggu (05/05/2024).

Usai menempuh perjalanan 7 jam dari Gorontalo, kedatangan Menteri ATR/BPN disambut oleh Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru beserta jajaran, dan sejumlah Kepala Kantor Pertanahan se-Sulawesi Utara.

Langkah strategis pemerintah mengatasi korban erupsi Gunung Ruang dengan menyiapkan lokasi relokasi di atas tanah seluas 10 hektare.

Menteri ATR/Kepala BPN dalam kunjungannya itu memastikan bahwa tanah yang disiapkan di Desa Modisi ini sudah berstatus clean and clear.

“Artinya, status kepemilikan tanah dan batasnya sudah jelas, demikian juga dari segi tata ruang tidak masuk ke dalam kawasan hutan,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salaam keterangan resminya, solution Self-assessment (7/5/2024).

Dengan demikian, “Saya hadir cek status (tanah,red)-nya seperti apa dengan total 10 hektare ini. Pada prinsipnya tidak ada masalah dan tidak ada sengketa, tidak ada sesuatu yang kita langgar, kira-kira begitu,” lanjut AHY.

Dan kalau sudah ditentukan, sambung Ketua Umum Demokrat ini, “Kita juga berharap dalam waktu yang tidak lama, masyarakat bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik,” ujarnya.

Menteri AHY melihat secara umum bahwa, masyarakat korban erupsi Gunung Ruang memiliki kesamaan karakter dari sisi sosial dan ekonomi dengan masyarakat Desa Modisi. Sehingga, okasi ini dianggap lokasi yang pas untuk dijadikan tempat relokasi. Dengan demikian, masyarakat korban erupsi tidak butuh waktu lama untuk melanjutkan kehidupannya. 

“Mata pencaharian secara umum nelayan juga bisa dilanjutkan karena tidak jauh dari sini sudah bertemu pantai dan laut. Dan selebihnya kita berharap juga lahan yang kita persiapkan bersama untuk menjadi perkebunan agar bisa menambah nilai ekonomi bagi masyarakat kita yang akan direlokasi,” imbuhnya.

Kendati begitu, terkait dengan lahan perkebunan yang sedang disiapkan masih dalam tahap tinjau kelayakannya.

“Terkait dengan mata pencaharian, kita berharap ada perkebunan tadi, nah ini yang dipersiapkan, ada beberapa alternatif yang diuji dulu dari sisi lokasi, jarak, kemudian kemudahan aksesnya, ini yang sedang kita tinjau, perhitungkan dengan baik setelah itu kita putuskan bersama,” tutur AHY.

Kementerian ATR/BPN pada prinsipnya berkomitmen dalam mempercepat kepengurusan lahan relokasi bagi korban terdampak erupsi Gunung Ruang.

“Namun sebelum dilakukan sertipikasi, saat ini masih terdapat proses penghitungan nilai serta negosiasi antara pemerintah dengan pemilik lahan,” benarnya.

Putra sulung Presiden ke-6 ini lantas menegaskan, tmeline-nya sangat ditentukan oleh seberapa cepat appraisal dilakukan, kemudian negosiasi terjadi dan disepakati oleh semua pihak.

“Kemudian ada ganti untung, bukan ganti rugi, kompensasi dari Pemerintah Provinsi kepada masyarakat yang memiliki lahan di sini. Setelah itu segera kita urus, kita ingin percepat segala sesuatunya,” tutupnya.

TERPOPULER

TERKINI